Minut – kibarindonesia.com – H- 8 Jam HUT Kabupaten Minahasa Utara ke 22 tahun 20 November 2025, masyarakat Minahasa Utara ibarat mendapat hadiah “kaget, resah dan gelisah bercanda dalam ketidak percayaan”.
Pasalnya minus 8 jam HUT Kabupaten Minahasa Utara, Hukum Tua Laikit FRS ditahan dan dikerangkeng di rutan
Malendeng.
“Hari ini kami melakukan penahanan terhadap salah satu oknum kepala desa aktif dari Desa Laikit berinisial FRM terkait dugaan tindak pidana korupsi,” kata
Kepala Seksi Intelijen Kejari Minut, Ivan Day, S.H.
FRM yang dapat dikatakan Hukum tua kepercayaan/ kesayangan dari “Bupati Joune Ganda” hal ini dapat dilihat dimana tindakan yang dilakukan oleh FRM, terkesan ditutup tutupi atau dilindungi oleh sang penguasa Minahasa Utara.
Contohnya saat mulai terjadi banjir disepanjang ruas jalan Sukur – Demembe, akibat ulah dari “developer nakal” bekerja sama dengan oknum – oknum “pemangku kepentingan” (Stakeholder).
Bupati saat ditanya tentang penggusuran hutan untuk pembangunan perumahan yang dilakukan secara sporadis oleh perusahaan berinisial “Jiwa Corsa” tanpa pengkajian amdal, yang menjadi penyebab banjir sepanjang jalan mulai dari Zero Point Minut Sampai Dimembe mengatakan
“Om Hukum Tua bilang Laikit tidak pernah ada banjir,…”betul pak bupati memang ada banjir” jawab Om
“Om tau, Hukum Tua itu dipilih rakyat”, “jadi jangan asal bicara”… bisa dimarahin rakyat
Eee Om, “Hukum Tua bilang bukan orang Laikit”, (eee Om ley kwa bukan orang Laikit, mo ba kritik) kata Bupati Minahasa Utara Joune Ganda.
FRM merupakan kader dari partai moncong putih dan dapat dikatakan banyak memberikan kontribusi saat pilbup dan lainnya untuk menyukseskan sang majikan.
Kiranya makna dari HUT ke 22 Tahun 20 November 2025, Minahasa Utara,
terselip doa bagi seluruh warga yang ada di 125 Desa dan 6 kelurahan di 10 Kecamatan di Minut.
Apa yang terjadi merupakan hadiah untuk pembelajaran dan “penggentaran” (beweging) untuk kita kembali pada jalan yang benar.
Doa dan dukungan dari masyarakat agar bupati dan wakil bupati sehat dan lebih mencintai alam pelestarian di Kabupaten Minut,
SELAMAT HARI JADI KE – 22, 20/11- 2025 GODBLESS “TOU TONSEA”. (Om evergreen)





