Manado — kibarindonesia.com – Atmosfer panas mewarnai jalannya Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara yang digelar di samping kantor Wali Kota Manado, Selasa (31/03/2026). Perdebatan sengit bahkan sudah terjadi sejak awal, terutama saat pembahasan tata tertib dan mekanisme pemilihan yang sempat memicu adu argumen antar peserta.
Namun, di tengah dinamika yang nyaris tak terkendali itu, jalannya sidang akhirnya tetap berlangsung aman dan tertib di bawah kendali pimpinan sidang berpengalaman, Zulkifli Gani Otto, Ketua OKK PWI Pusat.
Puncak ketegangan terjadi saat proses pemungutan dan penghitungan suara. Tiga kandidat bersaing ketat memperebutkan kursi Ketua PWI Sulut. Hasilnya, jurnalis perempuan asal Tomohon, Sintya Bojoh, tampil dominan dan keluar sebagai pemenang.
Sintya Nidyah Cristin Bojoh berhasil meraih 145 suara, unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Merson Simbolon yang mengantongi 109 suara. Sementara itu, Jhon Paransi hanya memperoleh 4 suara, dengan 3 suara dinyatakan tidak sah.
Kemenangan ini menegaskan kuatnya dukungan terhadap figur Sintya, yang dikenal sebagai jurnalis srikandi dengan jaringan dan pengaruh yang terus berkembang di Sulawesi Utara.
Pemilihan yang berlangsung ketat dan penuh tensi ini menjadi bukti bahwa dinamika internal organisasi wartawan di Sulut semakin hidup, sekaligus menandai babak baru kepemimpinan PWI di bawah kendali Sintya Bojoh. (SS)





