Tiga (3) hari bersama Sekolah Penerbangan, Nusa Flying Institute (NFI), Kuabang-Kao

Penulis: Efraim Lengkong

Sulawesi Utara – kibarindonesia.com – Percepatan pembangunan di segala bidang, tentunya tidak lepas dari peran atau sarana angkutan. Dalam rangka percepatan perekonomian, Indonesia yang merupakan negara kepulauan sangat membutuhkan
angkutan udara.

Peran transportasi udara untuk mengangkut penumpang, kargo, dari satu tempat ketempat lain, atau dari satu bandar udara ke bandar udara yang lain atau ke beberapa bandar udara, tentunya membutuhkan banyak tenaga “pilot terampil”yang akan mengoperasikan pesawat.


Untuk menjadi seorang pilot, yang bisa menerbangkan pesawat ke mana-mana, mungkin masih menjadi hal yang mustahil bagi sebagian besar masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Khusus di wilayah Indonesia timur, bersekolah di sekolah penerbangan saja sulit, hal ini tentunya “memupus” harapan bagi para putra putri di wilayah timur untuk menjadi seorang penerbangan (pilot) pesawat.


Mulai dari minimnya informasi tentang sekolah tersebut, dan tidak adanya akses termasuk “kurangnya perhatian dari pemerintah daerah” dalam memberikan bea siswa-siswi menjadi penyebab kurangnya generasi muda Indonesia Timur, menjadi penerbang, kecuali semua “pemerintah daerah Papua” yang setiap tahun mengirim siswa-siswa di Nusa Flying Institute (NFI) Tangerang untuk di didik menjadi penerbang.

Kerinduan generasi muda dan kebanggaan orang tua di wilayah Indonesia Timur saat ini terjawab dengan hadirnya Nusa Flying International, (NFI), di Halmahera Utara.

Capt. Marcel Harry, yang juga adalah Presiden Komisaris PT NFI mengatakan, “Kehadiran Sekolah Penerbangan ini nyata sebagai indikator di bidang kedirgantaraan (dunia penerbangan), bagi putra-putri daerah Maluku Utara, pada khususnya dan Indonesia Timur pada umumnya, untuk dapat bersaing dengan daerah lain bahkan dengan dunia mancanegara”.


NVI di Kuabang-Kao, memiliki
Ruang kelas/asrama juga
didukung dengan fasilitas dan tenaga pengajar yang handal di bidangnya, PT NFI menawarkan kepada mereka yang berminat di bidang penerbangan, (Aviasi), sebagai siswa-siswi di sekolah tersebut sejumlah fasilitas pendukung seperti, 4 Cessna 172 unit, 1 Seneca III multi engine aircraft, Simulator Baron G58, 1 unit AIRVAN GA 5, 1 unit helikopter Robinson RAA, ditambah fasilitas pendukung lainnya seperti Asrama, 4 ruangan kelas yang memadai, laptop untuk masing-masing siswa dan perlengkapan study lainnya.

Berbeda dengan sekolah-sekolah lain. Kehadiran Sekolah Penerbangan Nusa Flying Institute di kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, membawa nuansa positif dan membuka keterisolasian daerah bagian timur dalam dunia penerbangan.

Untuk perimbangan maka NVI akan membuka Sekolah khusus pendidikan dan pelatihan calon pramugara/pramugari dan teknisi pesawat yang akan di buka di Manado Provinsi Sulawesi Utara

Tekad dan komitmen yang kuat dari Presiden Komisaris PT NFI, Capt. Marcel Harry untuk mewujudkan begitu banyak cita -cita dan kerinduan generasi muda di wilayah Timur untuk menjadi seorang pilot yang tangguh dan berdaya saing, terwujud dalam Visi dan Misi sekolah ini, yaitu Visi, “To be a leading Flying School”, “Menjadi Sekolah Terbang Terkemuka”. Dan visi ini terimplementasi dalam misi Sekolah Penerbangan ini yaitu, pertama, berkomitmen untuk mendidik siswa penerbangan mewujudkan impiannya dalam meraih karir sebagai pilot profesional.

Kedua, lulusan Nusa Flying International dibekali ilmu dan pengalaman sebagai respon segera untuk memenuhi tingginya kebutuhan penerbang dalam penerbangan domestik maupun internasional.

Perusahaan penerbangan Nusa Flying International memiliki reputasi yang baik dan dihormati di dunia penerbangan, karena telah menghasilkan pilot yang berkualitas tinggi, cerdas dan produktif serta berdedikasi dan mampu berkompetisi secara unggul.

NVI di Kao saat ini memiliki pesawat terbang latih NFI. Jenis Cessna 172
di home base, bandara Kuabang-Kao dimana pesawat tersebut dipakai untuk maping training, titik area terbang untuk training siswa-siswi pilot, disamping pesawat pesawat jenis lainnya yang sewaktu-waktu datang untuk latih.

Dalam kunjungan 3 hari di
Sekolah Penerbangan, Nusa Flying Institute (NFI), Kuabang-Kao Halmahera Utara penulis diberikan kesempatan untuk,
“fly in a training aircraft”, (*)
09/08/2024
( Redaksi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *