Kader PDI Perjuangan Bolaang Mongondow Desak Pemecatan Yasti Soepredjo, Dinilai Tidak Loyal dan Berbuat Kontroversial

Bolmong – kibarindonesia.com – Konflik internal di tubuh PDI Perjuangan Bolaang Mongondow mencuat ke permukaan setelah DPC, PAC, dan sejumlah kader partai di wilayah tersebut secara terbuka mendesak DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara dan DPP PDI Perjuangan untuk memecat Saudari Yasti Soepredjo dari keanggotaan partai.

Tuntutan ini muncul karena Yasti dianggap tidak memberikan kontribusi dalam memenangkan pasangan calon gubernur-wakil gubernur Sulut, Steven Kandouw-Alfret Denny Tuejeh (SK-ADT), serta pasangan calon bupati-wakil bupati Bolaang Mongondow, Limi Mokodompit-Welty Komaling, yang diusung partai dalam Pilkada 2024.

Menurut pernyataan yang dirilis oleh para kader, Yasti dianggap tidak menunjukkan loyalitas kepada PDI Perjuangan selama masa kampanye. Struktur politiknya bahkan dinilai tidak terlibat aktif dalam mendukung pasangan calon yang telah ditetapkan.

“Sejak awal kampanye hingga pemilihan, orang-orang terdekat Saudari Yasti Soepredjo tidak pernah terlihat berjuang untuk kemenangan calon yang diusung partai banteng.

Ini jelas mencoreng semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi jiwa PDI Perjuangan,” ujar salah satu kader senior yang enggan disebutkan namanya.

Masalah semakin pelik ketika Yasti Soepredjo dikabarkan pernah melontarkan pernyataan bernada SARA dan ujaran kebencian yang sempat viral di media sosial.

Pernyataan tersebut tidak hanya bertentangan dengan nilai-nilai partai, tetapi juga dilaporkan oleh sejumlah pihak ke Kepolisian Daerah Sulawesi Utara.

“Pernyataan tersebut sangat merugikan pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan, bahkan menjadi senjata bagi lawan politik untuk menyerang citra partai,” tambah kader tersebut.

Melalui pernyataan sikap yang dirilis pada Kamis (5/12), para kader mendesak DPD dan DPP PDI Perjuangan segera mengambil langkah tegas dengan memecat Yasti Soepredjo dari keanggotaan partai.

Mereka menilai bahwa tindakan ini penting untuk menjaga nama baik dan integritas partai di mata publik.

“Kami tidak ingin ada kader yang justru menjadi beban bagi partai. Kalau tidak loyal, lebih baik keluar daripada merusak semangat perjuangan kami,” tegas seorang anggota DPC.

Hingga berita ini diturunkan, DPD dan DPP PDI Perjuangan belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan ini.

Namun, banyak pihak menilai bahwa konflik ini dapat memengaruhi konsolidasi partai jelang tahapan politik selanjutnya di Sulawesi Utara.

Munculnya desakan ini mencerminkan persoalan internal yang kian serius di tubuh PDI Perjuangan Bolaang Mongondow.

Jika tidak segera diselesaikan, hal ini berpotensi menimbulkan keretakan yang merugikan partai dalam jangka panjang.
06/12/2024
( Redaksi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *