Manado – kibarindonesia.com | Ratusan warga Kota Manado dan sekitarnya berkumpul di Taman Berkat God Bless Park untuk menggelar aksi Rally Doa, yang merupakan bentuk keprihatinan terhadap proses Pemilu 2024.
Mereka menyuarakan kekhawatiran tentang praktik yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip demokrasi yang diamanatkan dalam konstitusi.
Aksi ini diprakarsai oleh Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi, yang menuntut agar pihak berwenang, termasuk Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara, melakukan penyelidikan terhadap dugaan kecurangan dalam Pilkada Sulut.
Dalam pernyataannya, mereka menyoroti sejumlah masalah, seperti keterlibatan aparatur negara dalam politik praktis, mobilisasi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta maraknya praktik politik uang yang terjadi secara terbuka di masyarakat.
Menurut mereka, kondisi ini mencerminkan adanya ketidakberesan dalam proses demokrasi yang tengah berlangsung. Untuk itu, mereka mendesak agar semua pihak yang terkait, terutama masyarakat Sulawesi Utara, ikut terlibat dalam menjaga kualitas Pemilu agar tetap sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang sesungguhnya.
Setelah melaksanakan Rally Doa dan aksi damai yang penuh khidmat, massa bubar secara tertib tanpa menimbulkan kericuhan. Aksi ini merupakan ungkapan kepedulian warga terhadap demokrasi yang semakin terancam oleh praktik-praktik yang tidak sesuai dengan norma konstitusional.
Melalui aksi ini, mereka berharap agar proses Pemilu 2024 dapat berjalan dengan adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip demokrasi yang dijunjung tinggi.
06/12/2024
( Stefanus )





