Harapan Baru di Tahun Baru: Natal Identik, Tahun 01 Masehi

Manado – kibarindonesia.com – Lagu “Malam Kudus” (Stille Nacht atau Silent Night)
Ciptaan Joseph Mohr dengan ‘aransemen’ lagu Franz Xaver Gruber dan Joseph Mohr.
Untuk pertama kalinya diperdengarkan pada malam Natal tahun 1818, (sesudah ‘Tarikh Masehi’ atau penanggalan Tahun 01) di Gereja St. Nikolaus Oberndorf, sebuah kota kecil di negara bagian Salzburg Austria.

Terlepas dari banyak pendapat (part from the many connotations) tentang Tanggal dan bulan kelahiran Jesus Christ, memang belum ada referensi atau pustaka yang menulis tepatnya tanggal bulan kelahiran Yesus Kristus.

Menurut tafsir penulis dapat disimpulkan bahwa kelahiran Yesus bertepatan dengan musim salju, (winter). Hal ini dikuatkan sensus ‘caca jiwa’ di era Pontius Pilatus yang merujuk pada Tahun 1 Masehi, tahun lahirnya Yesus Kristus.

Seiring waktu lagu “Malam Kudus” menjadi salah satu karya indah yang selalu menyentuh hati di setiap perayaan Natal. Kehadirannya sejak tahun 1818 terus menjadi simbol kedamaian dan kesucian, mencerminkan pesan Natal yang penuh kasih dan pengharapan.

Meskipun tanggal dan bulan kelahiran Yesus Kristus tidak secara pasti tercatat, perayaan Natal tetap menjadi momentum istimewa bagi banyak orang di seluruh dunia untuk dirayakan sebagai hari peringatan datangnya sang raja diatas segala raja, ‘King of King kasih’, yang membawa kedamaian dan persaudaraan.

Semoga sukacita Natal ini membawa kebahagiaan dan harapan baru, serta memberi makna mendalam untuk kehidupan kita di tahun yang akan datang, menuju Indonesia bebas korupsi, mafia tanah, mafia tambang, mafia BBM dan terlepas dari mafia peradilan.

Selamat merayakan Natal 25 Desember 2924 dan Tahun Baru 01 Januari 2025 dengan penuh semangat dan cinta!.

Jayalah Negeriku, Bangkitlah Bangsaku
Indonesia sejahtera Adil dan Makmur.
Penulis: Efraim Lengkong
27/12/2024
( Redaksi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *