Budi Arie: Kopdes Merah Putih Harus Jadi Bisnis Produktif, Bukan Sekadar Program

JAKARTA — Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menegaskan pentingnya transformasi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menjadi entitas bisnis yang produktif dan bermanfaat nyata bagi masyarakat desa.

Dalam Rapat Koordinasi Penguatan Usaha Kopdes/Kel Merah Putih se-Provinsi Jawa Barat yang digelar secara daring, Kamis (3/7/2025), Budi Arie menekankan bahwa koperasi desa tidak boleh hanya menjadi program formalitas, tetapi harus hadir sebagai lembaga ekonomi yang menyediakan kebutuhan warga, mulai dari sembako murah, pembiayaan terjangkau, layanan kesehatan, hingga distribusi logistik.

“Kita tidak sedang bicara koperasi sebagai ide, tetapi aksi nyata. Koperasi harus menjadi lembaga yang melayani kebutuhan riil masyarakat,” ujar Budi Arie dalam keterangan resmi.

Berdasarkan data nasional, telah terbentuk 80.480 Kopdes/Kel Merah Putih di seluruh Indonesia, dengan 93,04 persen atau 74.877 unit telah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum. Di Jawa Barat, 100 persen desa telah melaksanakan musyawarah desa khusus, dan 99,73 persen atau 5.941 koperasi sudah berstatus badan hukum.

Meski pembentukan koperasi telah melampaui target, Budi Arie mengingatkan tantangan terbesar justru terletak pada tahap operasional. Koperasi harus dikelola secara profesional, produktif, dan terpercaya melalui penguatan manajemen, penerapan tata kelola yang baik, serta digitalisasi sistem koperasi.

Ia juga menyoroti masih rendahnya kesadaran kolektif terhadap koperasi, serta persepsi negatif akibat praktik koperasi abal-abal dan pinjaman online ilegal yang berkedok koperasi.

“Kunci sukses Kopdes Merah Putih ada pada tiga aspek: manusia, organisasi, dan sistem. SDM harus kompeten, organisasi memiliki legalitas dan tata kelola yang baik, dan sistem koperasi wajib transparan, akuntabel, serta berbasis digital,” pungkasnya.

Budi Arie berharap melalui kolaborasi semua pihak, koperasi desa akan menjadi soko guru perekonomian rakyat yang bukan hanya bertahan, tetapi juga mampu memimpin perubahan di tingkat desa.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *