SULUT — kibarindonesia.com – Politisi senior Sulawesi Utara yang juga mantan Bupati Minahasa Tenggara (MITRA) dua periode James Sumendap, akhirnya buka suara setelah resmi dikeluarkan dari keanggotaan PDI Perjuangan. Dalam pernyataan terbuka yang menggemparkan publik, James secara tegas menolak berada di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey di internal partai berlambang banteng tersebut.
James menegaskan bahwa sikap politiknya tidak lahir karena pemecatan, melainkan karena ketidak setujuannya terhadap arah kepemimpinan dan praktik kekuasaan di tubuh PDI Perjuangan Sulawesi Utara.
“Saya bukan karena dipecat dari PDI Perjuangan atau karena saya keluar dari PDI Perjuangan. Anda harus tahu, sejak awal saya sudah tidak mau dipimpin oleh Olly Dondokambey,” tegas James.
Ia mengkritik keras konsentrasi kekuasaan yang dinilainya tidak sehat, khususnya keputusan menjadikan Bendahara Umum partai sekaligus sebagai Ketua DPD.
“Saya kritisi dan saya tidak setuju, kenapa Bendahara Umum harus menjadi Ketua DPD lagi. Ini konsep berpikir yang salah,” ujarnya.
James bahkan menyebut praktik tersebut sebagai bentuk kebohongan politik terhadap rakyat.
“Kalau nanti kami kampanye, kita seakan-akan berbohong kepada rakyat. Kita bilang memperjuangkan aspirasi rakyat, memperjuangkan wong cilik, padahal itu bullshit, bohong semua. Yang diperjuangkan itu keluarga mereka, kroni-kroni mereka,” kata James dengan nada keras.
Lebih lanjut, James mengungkapkan bahwa dirinya telah memilih mundur dari ambisi jabatan demi menjaga konsistensi sikap politiknya.
“Saya tidak mencalonkan diri, bahkan saya mengundurkan diri menjadi Ketua Dewan. Tapi saya dipotong lagi. Itu konsep berpikir yang salah, itu yang saya kritisi. Ini bukan soal jabatan, ini soal prinsip,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya baru bersuara setelah dipecat.
“Bukan saya diberhentikan lalu saya ribut. Justru saya sudah lama menyampaikan sikap saya. Saya tidak mau dipimpin oleh orang-orang seperti itu,” katanya.
Pernyataan James Sumendap ini menjadi pukulan keras bagi PDI Perjuangan Sulawesi Utara dan memicu perbincangan luas di tingkat nasional, terutama terkait isu nepotisme, internal partai, dan krisis moral politik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Olly Dondokambey maupun DPP PDI Perjuangan terkait pernyataan keras tersebut.
(SS)





