Manado — kibarindonesia.com – SMK Negeri 1 Manado menjadi saksi lahirnya kolaborasi baru dan semangat pembaruan dalam dunia pendidikan vokasi Sulawesi Utara. Melalui gelaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang menghimpun puluhan kepala SMK dari berbagai kota dan kabupaten, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kepemimpinan pendidikan yang progresif, adaptif, dan kolaboratif dalam menjawab tantangan zaman.
Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Femmy Suluh, M.Si, didampingi oleh Kepala Bidang Pembinaan SMK, Vecky Pangkerego, S.Pd. Nuansa hangat, dialogis, dan penuh semangat terlihat sejak awal kegiatan, menandai tekad bersama untuk menjadikan pendidikan vokasi sebagai motor penggerak kemajuan daerah.

Dalam sambutannya, Dr. Femmy Suluh menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi para kepala sekolah SMK di Sulawesi Utara yang terus menunjukkan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan di tengah kompleksitas tantangan abad ke-21.
“Kepala sekolah bukan sekadar manajer administratif, tapi agen perubahan di lapangan. MKKS adalah ruang lahirnya ide-ide besar, penguatan kolaborasi, dan konsolidasi inovasi pendidikan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembaruan diri di era digital, memperkuat karakter kepemimpinan inklusif, dan keberanian untuk menghadapi transformasi pendidikan secara visioner dan sistematis.
Selaku Kepala Bidang Pembinaan SMK, Vecky Pangkerego menegaskan bahwa peran kepala sekolah hari ini tidak lagi bisa berjalan dengan pola lama. Ia mendorong setiap pemimpin sekolah untuk mampu menciptakan budaya mutu dan inovasi di satuan pendidikan masing-masing.
“Kepala sekolah harus hadir sebagai pemimpin yang adaptif, inspiratif, dan responsif terhadap perubahan. Pendidikan vokasi membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca zaman dan membangun jejaring lintas sektor,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa MKKS bukan sekadar forum laporan atau data, tetapi sebagai learning community bagi para pemimpin sekolah untuk bertumbuh bersama, saling menguatkan strategi, dan berbagi praktik terbaik demi pengembangan mutu pendidikan.
“Kita ingin membangun komunitas kepala sekolah yang solid, profesional, dan tumbuh dalam semangat transformasi,” tambahnya.
Kegiatan MKKS kali ini dirancang dengan pendekatan partisipatif dan reflektif. Para peserta tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi terlibat aktif dalam berbagai sesi seperti:
Dialog kebijakan pendidikan vokasi,
Workshop kepemimpinan dan manajemen mutu,
Sesi berbagi praktik baik dari kepala sekolah berprestasi,
Diskusi kelompok untuk menjawab tantangan di lapangan.
Rangkaian kegiatan ini memberikan ruang bagi para kepala sekolah untuk memperdalam wawasan, membangun solidaritas, serta menggali solusi nyata dari pengalaman kolektif. Interaksi antarpeserta berlangsung hangat dan saling menginspirasi, mencerminkan semangat gotong-royong dalam transformasi pendidikan vokasi di tingkat akar rumput.
Sebagai tuan rumah, Kepala SMK Negeri 1 Manado, Telly Olivia Anthonia Ticoalu, menyambut kegiatan ini dengan penuh antusias. Ia mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari peristiwa penting ini.
“Menjadi tuan rumah MKKS bukan hanya sebuah kehormatan, tapi juga amanah. Ini adalah kesempatan berharga untuk memperkuat silaturahmi, membangun jejaring kepemimpinan, dan tentu saja belajar dari satu sama lain,” ujarnya.
Ticoalu juga menegaskan pentingnya solidaritas dalam menghadapi kompleksitas dunia pendidikan yang terus berubah.
“Tantangan pendidikan hari ini tak bisa dihadapi secara individual. Dibutuhkan kolaborasi yang nyata dan keberanian untuk saling berbagi solusi di lapangan,” tambahnya.
Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa kepala sekolah harus hadir sebagai pemimpin pembelajaran bukan hanya memberi arahan, tapi ikut terlibat aktif dalam kehidupan belajar di sekolah.
“Kita tidak sendiri. Kita ada untuk saling menguatkan, bertumbuh bersama, dan membentuk generasi masa depan yang unggul,” pungkasnya.
Kegiatan MKKS di SMK Negeri 1 Manado ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan formal, tetapi juga membangun ikatan emosional dan profesional antarpemimpin sekolah. Semangat kolaboratif yang tercipta menjadi energi baru dalam memperkuat arah transformasi pendidikan vokasi di Sulawesi Utara.
Dengan kepala sekolah sebagai garda terdepan perubahan, forum ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi di daerah sedang bergerak maju menuju sistem yang lebih responsif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Jumat 19/09/2025
(Stefanus)





