Manado — kibarindonesia.com – Komitmen Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang dalam memajukan sektor pariwisata Kota Manado terus menunjukkan hasil nyata. Di bawah kepemimpinan keduanya, pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif Manado bergerak terarah, terukur, dan berkelanjutan. Sabtu 20/12/2025
Keseriusan tersebut tercermin dari berbagai capaian strategis yang di raih Kota Manado, salah satunya melalui penguatan ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif yang melibatkan lintas sektor. Kinerja Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado, Esther T. J. Mamangkey, SE, MM, pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak atas konsistensinya dalam menerjemahkan visi kepala daerah ke dalam program dan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado menyampaikan bahwa berbagai capaian yang diraih saat ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras bersama. Menurutnya, pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dicapai secara instan, melainkan melalui tahapan yang terencana dan kolaboratif.
“Kami melewati tahapan demi tahapan yang tidak mudah. Penetapan Manado sebagai Kota Kreatif Indonesia merupakan buah dari kerja bersama dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif daerah,” ujar Esther Mamangkey.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan penuh Wali Kota dan Wakil Wali Kota, sinergi perangkat daerah, pelaku pariwisata, komunitas kreatif, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kota Manado di bawah kepemimpinan Andrei Angouw–Richard Sualang AARS berkomitmen untuk terus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Pengembangan destinasi, penguatan event berbasis budaya, serta pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif akan terus didorong guna meningkatkan daya saing Manado di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan arah kebijakan yang jelas dan kolaborasi lintas sektor yang solid, Manado kian memantapkan posisinya sebagai kota pariwisata dan kreatif yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. (Stefanus)





