PAMI-P Sulut Nyatakan Mosi Tidak Percaya terhadap Pj. Sekprov Tahlis Gallang: “Ini Penghinaan terhadap Integritas Publik”

Manado – kibarindonesia.com – Gelombang kritik tajam menyeruak dari tubuh Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulawesi Utara terhadap Penjabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang. Melalui pernyataan resmi, Ketua PAMI-P Sulut, Jonathan Mogonta, menyatakan mosi tidak percaya terhadap Tahlis, menyusul pelantikan resminya yang dinilai mencederai etika publik dan sumpah pribadi. Rabu 16 Juli 2025

Sorotan tajam ini bermula dari ucapan Tahlis Gallang yang direkam saat pertemuan informal dengan awak media beberapa waktu lalu. Dalam pernyataan yang kini viral itu, Tahlis bersumpah di hadapan Tuhan:
“Demi Allah, lillahi ta’ala, kalau saya tidak akan menjabat sebagai Sekprov Sulawesi Utara apabila nanti dipilih oleh gubernur.”

Namun, publik dikejutkan ketika ia justru dilantik sebagai Penjabat Sekprov Sulut oleh Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, bertolak belakang dengan pernyataan tegas yang sebelumnya diucapkannya.

“Ini bukan sekadar pelanggaran etika birokrasi. Ini adalah pengkhianatan terhadap integritas pribadi dan pembodohan publik. Sumpah atas nama Tuhan bukan mainan politik. Ketika pejabat publik mengingkari ucapannya sendiri, di situlah kepercayaan rakyat runtuh,” tegas Mogonta kepada pers siang ini.

Lebih jauh, PAMI-P menilai bahwa tindakan Tahlis bukan sekadar soal jabatan, melainkan refleksi dari krisis moral di lingkar kekuasaan. “Pemimpin yang tidak mampu memegang janjinya sendiri patut dipertanyakan kapasitas dan komitmennya,” lanjut Mogonta.

Organisasi kepemudaan itu juga mendesak Gubernur Yulius Selvanus untuk melakukan evaluasi ulang terhadap pengangkatan Tahlis Gallang. Mereka menilai, kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan akan tergerus jika pejabat yang dilantik tidak mencerminkan integritas.

Mosi tidak percaya ini dipandang sebagai sinyal kuat dari masyarakat sipil bahwa publik tak lagi mentoleransi permainan kata dan manuver politik yang merusak kepercayaan. PAMI-P berharap, ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pejabat di Sulawesi Utara bahwa ucapan adalah janji, dan sumpah adalah kehormatan.
(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *