“Rampok BBM Bersubsidi” Mami Nini Diduga Menjadi Ratu BBM Ilegal Kota Manado Yang Ditakuti APH

Manado – kibarindonesia.com Praktik penimbunan dan distribusi ilegal BBM bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan tajam publik di Kota Manado. Kali ini, sorotan tertuju pada seorang wanita paruh baya yang dikenal luas dengan sapaan “Mami” atau “Nini”, yang oleh sejumlah kalangan dijuluki sebagai “Ratu BBM Ilegal Kota Manado.” Kamis 25/09/2025

Nama Nini mencuat setelah beberapa media online mengangkat dugaan keterlibatannya dalam praktik ilegal pengumpulan dan distribusi solar subsidi. Berdasarkan informasi yang diperoleh tim media di lapangan, aktivitas tersebut diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun dan melibatkan sejumlah SPBU di wilayah Kota Manado dan sekitarnya.

Lokasi tempat Mami beroperasi disebut berada dirumahnya daerah Kampung Jawa, tepatnya di samping Gereja GPDI Patmos. Di lokasi tersebut, aktivitas curah BBM ilegal diduga pernah berlangsung cukup intens. Namun, menurut sumber internal, tempat penampungan Mami juga berada depan SPBU Pineleng dan kegiatan dilakukan pada malam hari.

“Mereka sering pindah lokasi. Sekarang salah gudang ada di depan SPBU Pineleng jika tidak percaya coba datangi SPBU Pineleng kalau malam hari. Kalau siang, semua armada Mami parkir depan SPBU. Walau sering di beritakan tapi operasinya masih jalan terus dan lancar.

Nami ini memang pinter dan licin bagai belut karena selama ini praktek ilegalnya berjalan aman tampah tersentuh APH dan saya curiga adanya backup dari oknum petinggi, sehingga setiap dia merampok BBM solar tidak pernah tersentuh APH,” ucap sumber yang enggan disebutkan namanya.

Modus yang digunakan disebut cukup terorganisir. Mami diduga mengumpulkan solar bersubsidi dari berbagai SPBU di Kota Manado menggunakan puluhan unit kendaraan pribadi yang sudah tua dan beberapa dump truck, yang sebagian besar disewa untuk keperluan operasional harian.

Jika praktik ini terus dibiarkan, maka keberadaan mafia BBM di Kota Manado akan menjadi ancaman serius bagi stabilitas energi nasional, sekaligus memperburuk ketidakadilan distribusi subsidi yang seharusnya tepat sasaran. APH, Negara tidak boleh kalah. Tegakkan hukum, demi keadilan dan kelangsungan hidup rakyat kecil. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *