Tarik Ulur Memilih Calon Pemimpin Daerah yang Visioner

Penulis: Efraim Lengkong (Pemerhati ‘SosMas’ Sulut)

Sulawesi Utara – kibarindonesia.com – STEPHEN R COVEY, Penulis asal Amerika Serikat dalam buku ‘The Seven Habits of Highly Effective People’
Menyebut cita-cita atau impian dimulai dengan tujuan akhir dalam pikiran”. Cita-cita akan memberikan arah sekaligus menjadi panduan apakah kita masih berjalan pada arah yang benar atau tidak.11/10/2024

Waktu merubah segalanya, suasana lingkungan dan keuangan merubah ‘mindset’ seseorang untuk berkarier keluar dari ‘background’ keilmuan, bisnis dan cita cita.

Tidak selamanya orang yang sudah lama berkecimpung di dunia politik mendapat kesempatan untuk dicalonkan, sebagai calon kepala daerah maupun legislatif.

Sebaliknya orang yang belum pernah berkecimpung di politik tiba-tiba setelah pensiun diperintah atasannya untuk memberi diri dicalonkan atau orang yang berlatar belakang pengusaha, saat sukses dipilih partai politik untuk maju karena dinilai mampu membiayai ‘cost politik’.

Tak ketinggalan para kepala daerah yang akan berakhir masa jabatannya dan takut kehilangan predikat ‘darah biru’ sebagai penguasa maka, anak, istri, ponakan, adik-kakak ipar dipaksa untuk dicalonkan walaupun tidak memiliki ‘ability’ memimpin.

Perspektif demokrasi, bermakna, ‘politik tanpa janji tidak layak dikatakan sebagai politik’. Karena politik memang tidak pernah ‘steril’ atau bebas dari dosa janji.

Namun, apapun janji politik, tentunya tidak lepas dari kepentingan orang yang mengucapkan janji tersebut: Baik calon gubernur, calon bupati/wali kota yang akhir-akhir ini mulai masuk ke pelosok-pelosok kampung untuk memperkenalkan diri sambil memberikan janji.

Dengan demikian, sudah barang tentu bahasa politik yang disampaikan melalui rangkaian janji yang diucapkan tentu akan dijual dengan konten dan konteks kepentingan yang dapat menarik simpati para pemilih.

Maka, tidak usah heran jika dalam momentum pemilihan umum : Entah legislatif ataupun eksekutif, janji-janji politik itu akan tampak megah, bahkan mewah pada saat kampanye berlangsung.

‘LOST DREAMS’
Dalam lintas kenangan janji indah kampanye, “Menyulap Danau Tondano” Menjadi danau yang indah penuh pesona. Harapan besar akan terjadi karena calon 02 merupakan anak dari 01.

Begitu juga harapan masyarakat di Tonsea bahwa Minut akan disulap jadi kota ‘Satelit’, harapan itu sangat beralasan karena calon 02 waktu itu merupakan ponakan dari 01dan anak dari legislator PDI-P di Senayan.
Mimpi indah masyarakat pemilih tersebut, hilang seiring datangnya pagi, ‘lost dreams’.

Dalam menentukan calon peserta perhelatan pilkada gubernur/bupati/walikota, partai politik pengusung seyogianya lebih arif dalam menempatkan orang gesit. lincah, kompeten, dan kreatif pada posisi.

Pentas politik Sulut untuk pemilihan calon Gubernur dan Wakil Gubernur makin menarik. Isu sentral yang dihembuskan adalah perubahan atau Berkelanjutan menjadi pilihan masyarakat.

Menariknya, survey LSI dan Poltracking (3/10-2024) Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja gubernur petahana Olly Dondokambey yakni 75%, namun mayoritas masyarakat Sulut tetap menginginkan perubahan. “Sebanyak 62,3% responden menginginkan kepemimpinan baru di Sulut, meskipun mereka puas dengan kinerja Gubernur Olly,”. Pertanyaan ada apa dibalik sampai survei sebagian besar masyarakat menginginkan ganti warna.

Sinergitas dengan pemerintah pusat agar pembangunan di Sulut bisa diprioritaskan, “Bagi saya, justru ‘sinergitas plus’ akan terjadi, apabila pemimpin daerah berasal dari partai pengusung yang masuk dalam koalisi KIM, dan itu ada pada pasangan YSK-VICTORY dan E2L-HJP, terlepas dari Prabowo Subianto adalah putra Sulut”.

“Mari kita menengok ke belakang, “lajunya pembangunan di Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan OD-SK, hal ini tentunya tidak lepas dari hubungan presiden Jokowi dan gubernur OD dimana keduanya pada waktu itu berasal dari partai berlambang banteng moncong putih”.

Seorang calon pemimpin yang ‘visioner’ mampu melakukan peran sebagai ‘direction Setter’, yaitu pemimpin memilih dan menyampaikan arahan target organisasi dalam menghadapi lingkungan eksternal yang cepat berubah.
( Redaksi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *