Sulawesi Utara – kibarindonesia.com – Proyek pembangunan 287 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara, tak kunjung rampung.
Hampir setahun berlalu, proyek yang dikerjakan oleh Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I di bawah pimpinan Recky Wolter Lahope ini masih terkatung-katung, meninggalkan ketidakpastian bagi warga yang seharusnya sudah menempati rumah tersebut.
Pembangunan yang berlokasi di Desa Modisi, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), untuk masyarakat Desa Pumpente dan Laingpatehi, baru mencapai sekitar 60%. Warga pun mulai kehilangan kesabaran, mempertanyakan kapan rumah mereka benar-benar bisa dihuni.

“Kapan rumah ini selesai? Jalan saja masih belum diaspal. Kalau hujan, susah sekali aksesnya. Kami butuh kepastian, jangan hanya janji!” tegas salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kepala BP2P Sulawesi I, Recky Wolter Lahope ketika di konfirmasi melalui via Whastapp mengatakan, “Program ini wajib dan sementara di pacu pelaksanaannya karena merupakan program prioritas sesuai Instruksi Presiden walaupun masih ada kendala teknis yang menyebabkan pekerjaan terkesan terhambat, di tengah kondisi ini, pernyataan mengejutkan bahwa instansi yang bertanggung jawab atas proyek ini telah bubar. ” tegas Recky
“Info saja, Balai dan Satker sudah demisioner, bubar. Semua pejabat sudah non-job. Sekarang tidak ada DIPA dan anggaran. Kita bahkan kesulitan untuk membayar operasional,” ungkapnya
Pernyataan ini semakin mempertegas ketidakpastian proyek, meninggalkan pertanyaan besar: jika anggaran dan instansi pelaksana sudah tidak ada, bagaimana nasib ratusan warga yang menunggu tempat tinggal mereka?
Pemerintah pusat dan daerah harus segera turun tangan sebelum masalah ini semakin berlarut dan merugikan rakyat yang seharusnya mendapatkan hak mereka.
03/02/2025
( Stefanus )





