Dana Koperasi Merah Putih Rp16 Triliun, CEP: Minta Himbara Segera Cairkan Dana Pinjaman

JakartaChristiany Eugenia Paruntu (CEP), Anggota DPR RI Komisi VI, tampil lantang memperjuangkan hak koperasi desa terkait dana pinjaman Rp16 triliun yang telah ditempatkan pemerintah di bank-bank Himbara. Menurut CEP, dana tersebut sudah tersedia dan tidak boleh dipersulit pencairannya.

“Saya minta bank Himbara segera memproses pinjaman koperasi desa. Uangnya sudah ada di bank, jangan berbelit. Kalau ada Himbara di Sulut yang menghambat, saya dorong pimpinan bank itu dievaluasi bahkan diganti,” tegas CEP, yang juga menjadi mitra kerja sektor Koperasi, BUMN, perdagangan, dan investasi di Komisi VI DPR RI.

Lahirnya kebijakan ini berawal dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49, yang kemudian diturunkan melalui Permendesa Nomor 10 tentang alur persetujuan dana desa. Terbaru, pemerintah mengeluarkan PMK Nomor 63, yang menegaskan penempatan dana Rp16 triliun ke bank-bank Himbara untuk pembiayaan koperasi desa (Kopdes).

CEP menekankan bahwa koperasi desa adalah garda depan ekonomi rakyat. Karena itu, akses pembiayaan wajib diberikan secara cepat dan efisien. “Koperasi desa harus diberdayakan sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Ini bukan sekadar kebijakan teknis, tapi mandat besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tambahnya.

Ketua Koperasi Merah Putih Teladan Minahasa Selatan, Defris Porayow, memberikan apresiasi atas konsistensi perjuangan CEP. “Semangat dan keberanian Ibu CEP patut diacungi jempol. Beliau benar-benar memperjuangkan agar koperasi maju demi kesejahteraan rakyat, terutama di Minahasa Selatan,” ucap Defris.

Sebagai catatan, Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Program ini dirancang untuk memperkuat akses permodalan, mendorong usaha produktif, serta menjadikan koperasi desa sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

Dengan dukungan regulasi dan dorongan politik dari wakil rakyat, harapannya koperasi desa bisa segera merasakan manfaat nyata dari dana pinjaman tersebut, sekaligus menjawab cita-cita Presiden Prabowo membangun ekonomi dari desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *