Minahasa – kibarindonesia.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Sam Ratulangi yang berlokasi di Kelurahan Tounsaru, Kecamatan Tondano Selatan, Kabupaten Minahasa, ditargetkan mulai beroperasi penuh pada awal Agustus 2026. Kehadiran rumah sakit baru ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam peningkatan kualitas layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Minahasa dan wilayah sekitarnya.
Direktur RSUD Dr. Sam Ratulangi, dr. Nancy C. Mongdong, mengatakan saat ini manajemen tengah merampungkan seluruh persyaratan administratif yang menjadi tahapan akhir sebelum operasional penuh dimulai.
“Saat ini kami fokus pada penyelesaian izin operasional rumah sakit. Targetnya dokumen tersebut dapat terbit pada bulan Juni ini,” ujar Nancy.
Setelah izin operasional diterbitkan, rumah sakit masih harus menjalani proses visitasi oleh Dinas Kesehatan serta kredensial dari BPJS Kesehatan sebagai syarat untuk memberikan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain itu, pihak manajemen juga sedang mempercepat proses pengurusan izin praktik bagi tenaga kesehatan dan dokter spesialis yang akan bertugas di rumah sakit tersebut. Menurut Nancy, setelah izin operasional diterbitkan, tingkat pemenuhan izin praktik dokter diperkirakan langsung mencapai lebih dari 80 persen.
Di tengah penyelesaian aspek administrasi, proses pemindahan fasilitas dan penataan berbagai ruangan pelayanan terus berlangsung secara bertahap guna memastikan seluruh layanan siap berjalan optimal saat rumah sakit mulai beroperasi.
Untuk menunjang pelayanan medis, RSUD Dr. Sam Ratulangi akan memanfaatkan kombinasi alat kesehatan yang telah tersedia serta sejumlah peralatan baru yang sedang dalam proses pengadaan dan distribusi.
Salah satu fasilitas strategis yang tengah dipersiapkan adalah layanan pemindai tomografi terkomputasi (CT Scan). Saat ini pihak rumah sakit masih menunggu realisasi distribusi alat tersebut dari Kementerian Kesehatan.
“Beberapa alat kesehatan tambahan masih dalam proses pemenuhan, termasuk CT Scan yang menjadi salah satu fasilitas penting dalam mendukung pelayanan diagnostik,” jelas Nancy.
Meski masih terdapat sejumlah pembenahan minor pada area perkantoran, fasilitas utama pelayanan kesehatan dipastikan telah siap digunakan. Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat, hingga berbagai unit pelayanan medis telah memasuki tahap akhir persiapan.
Tak hanya itu, manajemen juga menyiapkan layanan hemodialisis atau cuci darah sebagai bagian dari pengembangan layanan spesialistik. Ruangan untuk pelayanan tersebut telah tersedia dan siap dilengkapi sesuai standar operasional.
Dengan progres yang terus berjalan sesuai target, manajemen optimistis seluruh aktivitas pelayanan kesehatan di RSUD Dr. Sam Ratulangi dapat beroperasi secara maksimal pada awal Agustus 2026.
Beroperasinya rumah sakit ini diharapkan tidak hanya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Minahasa, tetapi juga memperkuat kapasitas sistem kesehatan daerah melalui penyediaan layanan medis yang lebih modern, lengkap, dan terintegrasi. (Stefanus)





