Meninggal dengan Senyum Bahagia, Pdt. Jantje R. Tilaar Tutup Usia Ke-87 Dalam Damai

MITRA, KibarIndonesia.com – Suasana haru namun penuh penghiburan menyelimuti keluarga, kerabat, dan jemaat saat mengantar kepergian almarhum Pdt. Jantje Royke Tilaar yang tutup usia pada umur 87 tahun. Senin 15/06/2026

Sebuah kesaksian mengharukan datang dari keluarga yang mendampingi almarhum pada saat-saat terakhir kehidupannya. Pdt. Jantje Royke Tilaar mengembuskan napas terakhir dengan wajah yang memancarkan senyum damai dan bahagia.

Pemandangan tersebut meninggalkan kesan mendalam sekaligus menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok hamba Tuhan yang sederhana, rendah hati, dan setia dalam pelayanan. Dedikasinya dalam memberitakan Injil dan membimbing jemaat menjadikannya pribadi yang dihormati dan dicintai banyak orang.

Kepergian almarhum bagi keluarga maupun jemaat yang mengenalnya adalah sosok seorang Bapak yang tidak pernah marah. Ia meninggalkan lima orang anak, 13 cucu, dan sembilan cicit, yang menjadi bagian dari warisan kasih, iman, dan keteladanan yang telah ditanamkannya sepanjang hidup.

Bagi keluarga, senyum yang terukir di wajah almarhum saat berpulang menjadi tanda penghiburan bahwa ia meninggalkan dunia ini dalam damai sejahtera dan sukacita bersama Tuhan yang telah dilayaninya dengan setia selama puluhan tahun.

Firman Tuhan dalam Mazmur 116:15 menyatakan, “Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya.” Ayat tersebut menjadi penguatan bagi keluarga yang berduka sekaligus pengingat bahwa kematian orang percaya bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari kehidupan kekal bersama Sang Pencipta.

Ibadah pemakaman berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ratusan pelayat dengan penuh penghormatan, dipimpin oleh jemaat GPDI Jemaat Agape Liwutung Raya, Kecamatan Pasan, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Dalam khotbah penghiburan, Pdt. Sonny Mandagi, S.Th., S.Pd.K., M.Pd., selaku Biro Misi dan Pertumbuhan Gereja Majelis Daerah GPDI Sulawesi Utara, menyampaikan firman Tuhan yang diambil dari Pengkhotbah 7:2, “Pergi ke rumah duka lebih baik daripada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.”

Melalui firman tersebut, jemaat diajak untuk merenungkan makna kehidupan, kesetiaan kepada Tuhan, serta pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kekekalan.

Dalam ibadah tersebut, keluarga, sahabat, dan jemaat mengenang almarhum sebagai pribadi yang tekun berdoa, mengasihi sesama, serta menjadi teladan iman bagi generasi penerus. Ketulusan pelayanan dan kesederhanaan hidupnya menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang.

Meski kepergiannya meninggalkan duka mendalam, keluarga meyakini bahwa almarhum telah menyelesaikan pertandingan iman dengan baik dan kini menikmati damai sejahtera abadi di hadirat Tuhan.

Senyum terakhir yang menghiasi wajahnya akan selalu menjadi kenangan yang tak terlupakan, sekaligus kesaksian tentang damai sejahtera yang menyertai hidup seorang hamba Tuhan hingga akhir hayatnya.

Selamat jalan, Pdt. Jantje Royke Tilaar. Warisan iman, kasih, dan keteladananmu akan terus hidup dalam hati keluarga, jemaat, dan setiap orang yang pernah mengenal serta merasakan sentuhan pelayananmu. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *