MANADO – kibarindonesia.com — Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Sparta Tikala, Kota Manado, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, S.I.P., M.M., didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Rahel Ruth Rotinsulu, S.STP., M.Si., Asisten III, Donald Supit, serta Kepala Dinas Pangan Kota Manado, Rollies Royke Rondonuwu, A.P.
Dalam keterangannya, Sekprov Sulut Tahlis Gallang menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan dan pergantian tahun.
Menurutnya, kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak di 21 kabupaten/kota di Sulawesi Utara, termasuk Kota Manado, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
“Sesungguhnya kegiatan Gerakan Pangan Murah ini bertujuan untuk menstabilkan harga. Sebagaimana kita ketahui, inflasi di Sulawesi Utara paling besar dipicu oleh harga cabai. Karena itu, kita kembali mendatangkan cabai dari luar Sulawesi, yakni dari Surabaya atau Probolinggo, dengan harga yang cukup terjangkau oleh masyarakat dibandingkan harga yang saat ini berkembang di pasar-pasar,” ujar Tahlis.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 478 kali. Program tersebut akan terus berlanjut hingga Desember 2026 guna memastikan ketersediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
“Program ini akan terus kita laksanakan, apalagi pada Desember nanti kita akan menghadapi hari besar keagamaan dan tidak lama kemudian memasuki Tahun Baru. Kita akan terus menjaga agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang setidaknya dapat dijangkau oleh masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Kota Manado, Rollies Royke Rondonuwu, menambahkan bahwa selain menggelar Gerakan Pangan Murah, pemerintah juga memberikan bantuan pangan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 di Kecamatan Wenang.
Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
“Pemerintah Provinsi melalui Pemkot Manado juga memberikan bantuan pangan berupa beras sebanyak 5 kilogram kepada 50 masyarakat di Kecamatan Wenang, khususnya mereka yang termasuk dalam desil 1 hingga 4 dan benar-benar membutuhkan,” ungkapnya.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Lapangan Sparta Tikala tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga sebagai berikut:
- Beras SPHP 5 kilogram: Rp58.000
- Minyak goreng per botol: Rp18.000
- Bawang merah 1 kilogram: Rp37.000
- Bawang putih 1 kilogram: Rp32.000
- Telur ayam 1 baki: Rp57.000
- Ayam 1 ekor: Rp34.000
- Gula pasir 1 kilogram: Rp18.000
Dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini, Pemprov Sulut bersama Pemkot Manado berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
Program ini juga menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta memastikan kebutuhan pokok tetap dapat diakses masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar keagamaan dan Tahun Baru 2027.
(SS)





