Dalam konteks Marketing Politik, Yang Dialami E2L Tergolong “Accidental Marketing”

Sulawesi Utara – kibarindonesia.com – “accidental marketing” adalah sebuah fenomena dimana perusahaan atau produk atau individu mendapatkan perhatian luas media atau konsumen secara tidak sengaja seringkali melalui peristiwa yang tidak direncanakan atau kejadian spontan ( malah ada sengaja direncanakan)

Masih ingat publik dunia internasional, pada juli lalu (13/07/2024) dikejutkan dengan insiden penembakan terhadap Donald Trump. Banyak pengamat politik di Amerika Serikat meramalkan, bahwa insiden tersebut bisa menguntungkan bagi elektabilitasnya Trump.

Begitu peristiwa penembakan itu terjadi, hampir semua surat kabar, kantor berita dan media online di seluruh dunia menjadikan peristiwa tersebut sebagai headline.

Tom Spitale dan Mary Abbazia, keduanya adalah pakar di bidang strategi pemasaran dan pengembangan bisnis dari Amerika Serikat, menulis buku yang membahas secara khusus tentang “accidental marketing” ini.
Buku tersebut berjudul: “The Accidental Marketer: Power Tools for People Who Find Themselves in Marketing Roles”. Secara garis besar, di buku ini diberikan panduan dan tools bagi mereka yang mengalami “accidental marketing”. Termasuk bagaimana cara memanfaatkan momentum ketika mengalami “accidental marketing” sehingga bisa berdampak positif dan sukses dalam peran pemasarannya.


Salah satu contoh produk yang sukses memainkan jurus “accidental marketing” adalah Oreo. Yakni ketika berlangsung perhelatan “Super Bowl” di New Orleans pada Februari 2013. “Super Bowl” merupakan pertandingan rugby (sepak bolanya Amerika) yang sarat dengan hiburan, termasuk konser musik, festival makanan dan iklan. Ketika sedang seru-serunya pertandingan saat itu, tiba-tiba listrik di stadion padam. Dan padamnya lumayan lama, sekitar 35 menit. Dalam keadaan seperti itu tim media sosial Oreo dengan cepat merespon insiden tersebut. Mereka ngetweet di Twitter (X): “You can still dunk in the dark”. Dalam waktu cepat, tweet ini pun menjadi viral. Dalam hitungan tak sampai satu jam, saat itu di-retweet sebanyak 15.000 dan lebih dari 20.000 like di facebook. Berkat respon cepat tim media sosial Oreo dalam memanfaatkan sebuah insiden ini, berdampak signifikan bagi produk makanan tersebut. Oreo langsung menjadi perbincangan luas di kalangan netizen. Dan hal ini tentu saja berdampak sangat bagus bagi angka penjualannya.

Dalam konteks politik kita ambil contoh, pada kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) Februari lalu, salah satu faktor yang berkontribusi pada kemenangan pasangan Prabowo-Gibran, adalah berkah dari “accidental marketing”. Saat itu, Gibran adalah salah satu kandidat yang paling banyak dibully di media sosial. Dia diolok-olok netizen saat salah mengatakan tentang “asam sulfat”. Makanya, dia pun dijuluki dengan panggilan “Samsul”, singkatan dari “asam sulfat”. Gibran juga mendapat julukan “anak haram konstitusi”. Dengan berbagai bully-an ini, Gibran menanggapinya dengan santai. Bahkan, dia malah menggunakan panggilan “Samsul” untuk menyebut dirinya sendiri. Ini menurut saya, salah satu kepiawaian Gibran dalam memanfaatkan insiden yang sebetulnya menyerangnya, dengan cara dia “berselancar” di atas gelombang yang menyerangnya. Ini lah yang disebut oleh Tom Spitale dan Mary Abbazia sebagai “The Accidental Marketer”.

Nah, E2L yang saat ini sedang menanti 27 November yg sisa 14 hari lagi, kepiawaian tim bisa menjadikan “ accidental marketing” sebagai momentum menciptakan gelombang berita tentang insident pada debat kemarin dengan “salah” menyebutkan : “pilih nomor 3 ” dan membuat itu menjadi “salah cumu asal jangan salah cucu”

Dalam kasus “salah cumu” E2L ini saya menilai bahwa bullyan di medsos terhadap E2L justru akan meramaikan dunia medsos dan akan menyulut api semangat dan loyalitas para pendukung E2L.

Seberapa besar efeknya ? tentu akan terlihat pada 27 November nanti
salam marketing_iM

Hal tersebut bisa dilihat dari luar biasanya pemaparan visi misi dan program yang disampaikan Oleh Bapak DR. dr. Elly Engelbert Lasut, ME pada debat yang ketiga, saat berbicara dengan lancar tegas dan lugas yang disertai dengan beberapa candaan yang menimbulkan simpatik warga yang luar biasa.

Inilah Gubernur baru kita di Sulawesi Utara Periode 2025 -2030 untuk SULUT yang lebih maju dan lebe hebat
“Mari kita menangkan Bapak E2L – HJP Nomor Urut 2 ✌”
15/11/2024
( *** Tim )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *