Diduga Proyek Preservasi Jalan Kolongan – Kawangkoan – Sampiri Tercium Aroma Korupsi

Minahasa Utara – kibarindonesia.com – Proyek pekerjaan Preservasi Jalan Ruas Kolongan-Kawangkoan-Sampiri yang di kerjakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tercium aroma korupsi. Pasalnya, pekerjaan proyek tahun anggaran Rp 16.251.350.200 TA 2023 dengan tanggal kontrak 17 Maret 2023 yang dikerjakan perusahan PT. Dayana Cipta dengan waktu pekerjaan 281 hari, diduga pekerjaannya tidak sesuai spek kualitas mutu baik dari material serta proses pekerjaannya

Sehingga sejumlah masyarakat mempertanyakan berapa jarak jalan yang seharusnya di aspal. Karena jalan tersebut hanya diaspal berpindah pindah bahkan yang tidak diaspal, telah di ukur dan di cat putih, sehingga masyarakat menduga ada permainan tentang berapa jarak jalan yang baru di aspal dan tidak di aspal terhitung dibayarkan

Ada pun temuan lain dan keluhan masyarakat diduga aspal yang dipakai pada proyek tersebut sudah dingin/ hangus sehingga jalan yang baru di buat, sudah banyak yang retak. Begitu juga dengan drainase yang di buat diduga juga campuran semen tidak sesuai standar sehingga drainase yang baru di buat sudah banyak yang rusak dan berpotensi ambuk


Lebih mengherankan lagi, banyak batu besar yang hanya dibiarkan ditengah drainase tampah dipindahkan, serta batu yang dipakai untuk pembuatan drainase, tidak sesuai spek seperti berongga dan berlumpur, akhirnya saat hujan lebat, air meluap dan masuk kerumah warga

“Kalau hujan lebat, air sering masuk kerumah saya karena ada batu besar yang menghambat drainase dan jika selesai hujan, drainase yang terhalang batu menjadi kolam, apakah pekerjaan ini seperti itu,” ucap seorang ibu yang tinggal di Desa Sampiri

Dari pemantauan awak media di lapangan, juga mendapati bahwa ada pasangan rabat beton yang tidak sampai 10 cm, pemadatan tanah tidak sesuai sehingga ada beberapa titik rabat beton sudah berlubang

Begitu juga dengan pemasangan batu ada yang lebih tinggi dari rabat beton sehingga jika hujan, jalan tergenang air dan pada titik titik tertentu. Akhasil pekerjaan aspal yang belum lama dikerjakan didapati berkualitas buruk, sudah ada yang retak sehingga banyak masyarakat megeluhkan hal tersebut

Atas permasalahan tersebut, masyarakat meminta pemerintah dan kontraktor PT Dayana Cipta, untuk membongkar kembali semua item yang tidak sesuai spek yang dimaksud karena di pandang pelaksanaannya tidak sesuai dalam ketentuan dalam kontrak, spesifikasi, setelah lakukan penelitian dan analisis atas informasi temuan yang sudah disampaikan

kami masyarakat meminta dinas terkait segera memeriksa proyek ini
Hal ini dibuktikan dengan investigasi media dilapangan, Lapisan Aspal Beton (Laston) Lapis permukaan tidak memenuhi ketebalan mininum rata-rata, sampel yang diambil hanya mencapai ketebalan 1-2 cm, sedang, sedangkan Laston yang dibutuhkan minimun AC-WC 4cm, AC-BC 6cm dan AC-BASE 7,5 cm.

Dengan banyaknya temuan kualitas mutu pekerjaan yang tidak memadahi dilapangan, patut diduga sebagian anggaran proyek tersebut sudah dimainkan oleh pihak penyedia jasa, atau adanya dugaan korupsi dipekerjaan proyek yang merugikan yang negara.

Untuk itu, pihak penegak hukum diminta segera melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan terhadap paket proyek yang diduga telah merugikan keuangan dan perekonomian Negara dan berpotensi adanya dugaan

Jangan sampai karena nila setitik merusak susu sebelanga, dan jika dibiarkan, hal ini akan membuat konsep pemerintah kabupaten Minahasa Utara yakni mewujudkan infrastruktur penunjang bagi masyarakat, untuk tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi setiap tahapan mulai terealisasikan
20/03/2024

( Stefanus )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *