Bolmog – kibarindonesia.com – Insiden longsor yang mengakibatkan dua penambang lokal dilaporkan hilang memicu sorotan publik. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam itu diduga berkaitan dengan jebolnya bak penampungan material milik PT BDL. Namun hingga berita ini ditulis, perusahaan belum memberikan klarifikasi resmi mengenai dugaan tersebut. Jumat 26/06/2026
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan kedua korban bukan sedang melakukan aktivitas penambangan di dalam lubang saat kejadian. Berdasarkan keterangan yang disampaikan sejumlah pekerja dan pemilik lahan di lokasi, keduanya tengah beristirahat di sebuah daseng (pondok) sambil menikmati kopi ketika material longsoran tiba-tiba menerjang dan menimbun area tersebut.

Sejumlah warga menduga material yang longsor berasal dari buangan perusahaan karena dinilai memiliki karakteristik berbeda dengan tanah alami di kawasan pegunungan. Dugaan itu semakin menguat setelah material disebut telah mengalir hingga ke area di luar konsesi perusahaan. Meski demikian, klaim tersebut masih memerlukan pembuktian melalui investigasi oleh instansi berwenang.
Di tengah derasnya berbagai narasi di media sosial, warga mengingatkan agar perhatian tidak teralihkan oleh perdebatan mengenai aktivitas tambang legal maupun ilegal. Prioritas utama, menurut mereka, adalah mempercepat proses pencarian dan evakuasi kedua korban yang hingga kini belum ditemukan.
Masyarakat juga mengajak wartawan, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta berbagai pihak terkait untuk turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi di lapangan sekaligus membantu proses pencarian agar informasi yang berkembang tetap berdasarkan fakta, bukan spekulasi.
Sementara itu, warga Desa Mopait menyerukan solidaritas kepada para penambang di sekitar lokasi agar ikut membantu operasi pencarian setelah pelaksanaan salat Jumat, dengan harapan kedua korban segera ditemukan.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari PT BDL terkait penyebab longsor maupun dugaan jebolnya bak penampungan material. Karena itu, seluruh informasi mengenai sumber longsoran masih bersifat dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi teknis terkait segera melakukan investigasi menyeluruh di lokasi kejadian. Pemeriksaan diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti longsor, memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian, serta memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi para korban dan keluarganya.
Informasi mengenai dugaan tersebut juga telah ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun media sosial Andika Mokoginta dan telah dilihat ribuan pengguna. Meski demikian, informasi yang beredar di media sosial tetap memerlukan verifikasi melalui hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang. (Tim)





