MANADO — kibarindonesia.com — Digitalisasi administrasi kependudukan terus diperluas di Sulawesi Utara. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Manado melalui program Capil Pdkt kini menyasar lingkungan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut), dengan mendorong seluruh anggota kepolisian memiliki sekaligus mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Program tersebut digelar di lingkungan Polda Sulut, Senin (5/10/2026), usai pelaksanaan apel pagi. Petugas Dukcapil Kota Manado hadir langsung memberikan pendampingan kepada anggota kepolisian dalam proses aktivasi IKD melalui telepon seluler masing-masing.
Langkah ini merupakan bagian dari sinergi antara Kepala Dinas Dukcapil Kota Manado Erwin S. Kontu dan Direktur Binmas Polda Sulut Kombes Pol. Rio Alexander Panelewen, S.I.K. Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas ekosistem identitas kependudukan digital, tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di institusi kepolisian.
IKD memungkinkan masyarakat mengakses informasi kependudukan secara lebih praktis melalui perangkat digital. Pemanfaatannya diharapkan mampu mempercepat berbagai kebutuhan administrasi, sekaligus mendukung pelayanan publik yang lebih efektif, aman, dan efisien.
Namun, kerja sama tersebut tidak berhenti pada aktivasi IKD bagi personel Polda Sulut.
Pemanfaatan IKD juga diarahkan untuk masuk ke sektor pengamanan, khususnya dalam pelaksanaan ujian satuan pengamanan (Satpam).
Polda Sulut berencana mendorong setiap peserta ujian Satpam untuk terlebih dahulu memiliki dan mengaktifkan IKD sebelum mengikuti tahapan ujian. Kebijakan ini dinilai dapat menjadi salah satu pintu masuk strategis untuk memperluas penggunaan identitas kependudukan digital di tengah masyarakat.
Dengan pola tersebut, IKD tidak sekadar menjadi dokumen identitas dalam format digital, tetapi mulai ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pelayanan dan verifikasi administrasi yang terintegrasi.
Bagi Dukcapil Kota Manado, perluasan aktivasi IKD melalui kolaborasi lintas lembaga menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap transformasi layanan administrasi kependudukan.
Polda Sulut juga menunjukkan bahwa digitalisasi administrasi kependudukan membutuhkan keterlibatan berbagai institusi agar pemanfaatannya semakin luas dan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi Dukcapil Kota Manado dan Polda Sulut diharapkan terus berkembang melalui berbagai bentuk pelayanan lainnya. Targetnya jelas: menghadirkan layanan administrasi kependudukan yang lebih cepat, mudah, aman, efisien, dan semakin terintegrasi secara digital.
Program Capil Pdkt pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelayanan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk mempercepat adaptasi masyarakat terhadap era administrasi kependudukan berbasis digital. (Stefanus)





