Menjelang Pilkada Sulut: Hati Nurani Jadi Kompas Moral dalam Memilih Pemimpin
Sulawesi Utara – kibarindonesia.com – Pilkada di Sulawesi Utara (Sulut) yang akan digelar pada November 2024. Eforia masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi lima tahunan nampak antusias. Pasalnya masyarakat Sulut sudah merindukan pemimpin mereka yang baru.
Kerinduan dari sebuah sebagian masyarakat untuk memilih calon gubernur sesuai dengan hati nurani mereka, hampir saja musnah dengan dianulirnya rekomendasi dari Partai berlambang pohon beringin.
Sosok Elly Engelbert Lasut (E2L) bagi mereka layak menduduki kursi orang nomor satu di Sulawesi Utara.
E2L dianggap figur yang memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk memimpin provinsi ini menuju arah yang lebih baik.

Pemerhati ‘hukum dan sosial politik’ Efraim Lengkong saat dimintakan pendapat tentang dicabutnya SK dari partai Golkar di tangan E2L, dan dampak kedepannya.
Lengkong mengatakan bahwa Waktu Tuhan Pasti Yang Terbaik”, dalam waktu yang beririsan, dengan pencabutan SK, turun putusan dari Mahkamah Konstitusi nomor 60/PUU-XXII/2024, yang merubah norma hukum tentang pilkada”.
Disini jelas bahwa E2L dapat menggunakan kapal pribadinya untuk berlayar,
Bukankah ini yang disebut, Waktu Tuhan Pasti Yang Terbaik, jelas Om Evert panggilan akrab Efraim Lengkong.
Saat ditanya tentang calon Wakil, Michaela Elsiana Paruntu” (MEP) pasangan E2L Lengkong mengatakan, “hal ini
memang memiliki konsekuensi bagi MEP dan partainya”, apabila tetap berlayar bersama E2L.
Ia juga menambahkan bahwa pasangan baru E2L dengan Hanny Josst Pajouw, sesuai SK DPP Partai Demokrat,
Jakarta, 26 Agustus 2024, yang ditandatangani oleh
H. AGUS HARIMURTI YUDHOYONO, M.SC, M.P.A., M.A. H.
TEUKU RIEŠKY HARSYA, B.SC, M.T, merupakan “Waktu Tuhan Pasti Yang Terbaik, Walau Kadang Tak Mudah di Mengerti.
26/08/2024
(Stefanus )





