Maemossa Beri Isyarat Penjarakan Voucke-Merson Jika Menggunakan Atribut Pimpinan PWI Sulut

Caption: PLT Ketua PWI Sulut Vanny Loupatty akrab disapa Maemossa

Manado – kibarindonesia.com – Plt Ketua PWI Sulut, Vanny Loupatty, atau yang akrab disapa Maemossa, mengeluarkan peringatan keras kepada Voucke Lontaan dan Merson Simbolon. Ia menegaskan bahwa keduanya tidak lagi berhak menggunakan atribut pimpinan PWI Sulut setelah resmi diberhentikan. Jika masih nekat, langkah hukum, termasuk ancaman pidana, bisa diambil. Sabtu 22/03/2025

Voucke dan Merson, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua dan Sekretaris PWI Sulut, telah diberhentikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) PWI Pusat Nomor: 134-PGS/A/PP-PWI/II/2025 tertanggal 24 Februari 2025. Dengan demikian, segala tindakan atas nama PWI Sulut yang dilakukan keduanya dianggap tidak sah.

“Kami tetap berteman, tetapi aturan harus ditegakkan. Voucke dan Merson sudah bukan lagi pimpinan PWI Sulut. Jadi, demi kebaikan mereka, saya ingatkan untuk tidak lagi menggunakan atribut PWI, baik logo, cap, maupun identitas lainnya,” tegas Maemossa sambil menunjukkan SK pemecatan mereka.

Lebih lanjut, Maemossa juga memperingatkan agar keduanya tidak lagi membuat kerja sama atau perikatan dalam bentuk apa pun dengan pihak lain, baik pemerintah maupun swasta, atas nama PWI Sulut. Jika ada temuan pelanggaran, ia menyerukan agar aparat penegak hukum bertindak.

“Sejak SK ini dikeluarkan, mereka sudah tidak punya legal standing lagi. Kalau masih ada yang memakai atribut pimpinan PWI Sulut, itu sudah masuk ranah hukum dan bisa diproses. Jangan sampai ada yang coba-coba!” tandasnya.

SK terbaru menetapkan Vanny Loupatty sebagai Plt Ketua PWI Sulut, didampingi Ardison Kalumata sebagai Sekretaris. Dengan kepemimpinan baru ini, PWI Sulut menegaskan bahwa segala tindakan atau keputusan yang dibuat Voucke dan Merson setelah pemecatan tidak ada kaitannya dengan organisasi.

Peringatan Maemossa ini menjadi sinyal tegas bahwa pelanggaran aturan organisasi tak bisa ditoleransi. Jika tetap membandel, Voucke dan Merson harus siap menghadapi konsekuensi hukum. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *