Pembangunan Irigasi Perpompaan di Persawahan Loy Mangkrak, Diduga ada Indikasi Korupsi

MITRA – kibarindonesia.com – Program Pembangunan Irigasi Perpompaan Kabupaten Minahasa Tenggara melalui Dinas Pertanian di Desa Rasi Kecamatan Ratahan, yang lokasi persawahan Loy diduga sarat korupsi dan ada kongkalingkong
03/01/2025

Pasalnya proyek Dinas Pertanian dengan anggaran APBN senilai 112.800.000 yang dikerjakan oleh Kelompok Tani Mapalus secara Swakelola hingga saat ini memasuki awal tahun 2025 proyek tidak kunjung selesai dan tidak ada lagi pekerjaan

Seharusnya proyek dengan program pengembangan infrastruktur pertanian, melalui pembangunan Irigasi Perpompaan sebagai bagian dari upaya Peningkatan Produktivitas Pertanian di daerah tersebut sudah selesai

Proyek ini bertujuan untuk menyediakan akses air yang lebih mudah bagi para petani Loy, karena di wilayah tersebut sering mengalami kesulitan air pada musim kemarau.

Irigasi Perpompaan ini menggunakan teknologi modern yang memungkinkan pengairan lahan pertanian secara lebih efisien, dengan memanfaatkan sumber air permukaan yang dipompa dan ditampung dibak, selanjutnya disalurkan kelahan-lahan pertanian persawahan Loy

Namun sangat disayangkan program mulia ini, tidak dibarengi dengan pekerjaan yang benar sehingga tidak berfungsi buat masyarakat

berdasarkan hasil temuan di lapangan, bak penampungan kosong serta pompa hanya ditaru sembarangan sehingga berpotensi dicuri. Apa lagi pipa yang dipakai berkualitas murah dan tidak dimasukkan di tanah sehingga cepat pecah

Salah seorang warga Desa Rasi yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, “Saya menduga program itu ada kongkalingkong antara PPK dan Kelompok Tani Mapalus, mana mungkin Dinas dan PPK tidak tahu sedangkan ini sudah tahun anggaran baru lalu bagaimana anggaran dicairkan?

Untuk itu saya meminta Kepada Dinas Pertanian kabupaten Mitra Ir. Vecky Monigir, ME agar turun lokasi untuk mengontrol proyek tersebut dan jika terbukti adanya pelanggaran, agar bisa diberikan teguran nyata dan jangan hanya tutup mata dan mendengar karena ini program pemerintah,” ucapnya

Sementara itu kadis Pertanian Mitra Vecky Monigir saat dikonvirmasi awak Media melalui Via Whastp App dengan nomor 08229204*** mengatakan, “Sudah kami monitoring, dan pihak penerima sudah menyelesaikan tapi karena ada kebocoran di Bak Penampung air, maka kami perintahkan umtuk diperbaiki,” tegas Vecky
( Stefanus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *