Proyek Transmigrasi Balukut Gagal Total: Dana Digunakan Tidak Tepat, Infrastruktur Terlantar dan Rumah Hanya Dihuni Hantu

Boltim – Kibarindonesia.com – Proyek kampung transmigrasi Balukut di Desa Motangkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), yang digadang-gadang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kini terkesan gagal.

Rumah-rumah yang dibangun menggunakan dana dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terbengkalai, rusak, dan ditumbuhi semak belukar karena tidak ada yang menempati

Menurut informasi yang dihimpun, rumah-rumah berukuran 6×6 meter tersebut tidak ada yang menempati. Ironisnya, banyak dari rumah-rumah transmigrasi tersebut juga diduga sudah di perjualbelikan oleh Pemerintah Desa Motangkad.

Dan juga diduga penerima bantuan rumah transmigrasi malah didominasi oleh individu-individu yang sudah memiliki kekayaan, seperti rumah mewah dan kendaraan pribadi.

“Sangat disayangkan, rumah-rumah ini seharusnya di peruntukkan bagi keluarga miskin, tapi kenyataannya malah jatuh ke tangan orang-orang mampu,” ujar A, seorang narasumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Selain persoalan penerima bantuan yang tidak tepat, akses menuju kampung transmigrasi tersebut juga menjadi hambatan serius. Untuk mencapai lokasi, warga harus melewati sungai deras dan jalan yang rusak parah, terlebih saat musim hujan.

Pembangunan jembatan yang sempat direncanakan pun gagal total setelah diterjang banjir, membuat jalan menuju lokasi semakin sulit dilalui.

“Jika tidak ada perbaikan akses jalan, tidak ada yang mau tinggal di sana. Proyek rumah transmigrasi Balukut di Desa Motangkad ini seperti sia-sia,” tambah A.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas penggunaan dana pemerintah. Rumah-rumah yang seharusnya membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat justru terbengkalai dan tidak berfungsi.

Banyak yang berharap agar Pemerintah Daerah segera turun tangan untuk menuntaskan masalah ini dan memastikan bahwa proyek transmigrasi dapat memberikan manfaat nyata bagi warga yang membutuhkan.

Pemerintah Daerah dan pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama untuk memperbaiki kondisi di Balukut, sehingga proyek ini tidak berakhir sebagai kenangan yang sia-sia.

Rekomendasi Mendesak: Evaluasi dan Pengawasan Ketat Pemerintah harus segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan transmigrasi dan memastikan bantuan disalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan.

Transparansi dalam penggunaan dana harus diutamakan, dan pengawasan terhadap proyek harus diperketat agar kegagalan serupa tak terulang lagi.

Proyek transmigrasi Balukut ini menjadi contoh nyata kegagalan dalam perencanaan, pengelolaan, dan pelaksanaan kebijakan yang hanya merugikan masyarakat dan Negara karena anggaran Miliaran Rupiah tidak bermanfaat
( Stefanus )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *