Bitung – kibarindonesia.com – Insiden Bocornya tangki raksasa milik PT Persero Semen Tonasa menjadi tanda tanya bagi masyarakat Sulut. Semen Tonasa yang berlokasi di Jalan Samuel Languyu, Pelabuhan Nusantara, Kota Bitung, menjadi perhatian berbagai pihak, Senin 12/11/2024
Salah satunya adalah Jonathan Mogonta, Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI) Perjuangan, yang menyatakan keprihatinannya terhadap kejadian tersebut. Menurutnya, kebocoran ini bisa jadi akibat kurangnya perhatian perusahaan terhadap pemeliharaan instalasi.
“Bagaimana mungkin perusahaan sebesar Semen Tonasa tidak memperhatikan pemeliharaan fasilitas mereka, sehingga musibah seperti ini bisa terjadi dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat sekitar?” ujar Mogonta dengan penuh keprihatinan.
Akibat kebocoran tersebut, sejumlah area di sekitar pabrik kini diselimuti debu tebal semen, yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga Kota Bitung dan sekitarnya.
Dalam rekaman video yang beredar, tampak jelas debu semen yang tercurah dari salah satu tangki raksasa, menyelimuti kawasan pabrik dan sekitarnya. Kebocoran tersebut telah menyebabkan penyebaran debu semen yang mengkhawatirkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung, Merianti Dumbela, membenarkan insiden ini dan mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di sekitar area pabrik. “Kami menyarankan agar masyarakat yang berada di sekitar pabrik atau melintas di ruas jalan dekat Semen Tonasa untuk menggunakan masker demi keselamatan dan kesehatan mereka,” ujar Merianti.
Selain itu, Merianti juga mengingatkan warga yang memiliki sumur air di sekitar lokasi kejadian untuk menutup sumur mereka, terutama jika air tersebut digunakan untuk konsumsi sehari-hari. “Jika ada sumur terbuka, sebaiknya segera ditutup untuk menghindari kontaminasi,” tambahnya.
Kebocoran ini memunculkan kekhawatiran serius akan dampak kesehatan akibat paparan debu semen yang berlebihan. Paparan jangka panjang terhadap debu semen dapat menyebabkan masalah pernapasan, seperti infeksi saluran pernapasan, batuk, dan flu. Dalam kasus yang lebih parah, debu semen dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Semen Tonasa belum memberikan konfirmasi resmi mengenai penyebab kebocoran atau langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan kebocoran tersebut. Dalam hal ini masyarakat meminta tindakan cepat dari Pemerintah Kota Bitung
Pabrik Semen Tonasa terletak di posisi strategis antara Pelabuhan Petikemas dan Pelabuhan Penumpang Kota Bitung, yang membuat insiden ini semakin signifikan. Oleh karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kota Bitung segera mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi masalah ini, sehingga kekhawatiran akan dampak kesehatan dari kebocoran tangki dapat teratasi dengan baik.
Diharapkan dengan tindakan cepat dan tepat, masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir akan potensi penyakit yang mungkin timbul akibat insiden tersebut.
( Stefanus )





