Jalan Rusak di Bolmong Lubang Maut Mengintai Pengguna Jalan Trans Sulawesi, PAMI-P: Jika Tidak Serius Kerja Ganti Saya

BOLMONG – kibarindonesia.com – Ruas Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) yang dikelola Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulut wilayah PPK 2.1 Satker PJN Wilayah II menjadi sorotan pengguna jalan dan tim media akibat kondisi rusak parah. Lubang-lubang besar dibiarkan tanpa penanganan serius, membahayakan keselamatan pengendara dan memicu kecelakaan berulang.

Pengamatan lapangan tim media menunjukkan beberapa titik kritis kerusakan jalan, terutama di Desa Inobonto Satu, Kecamatan Bolaang. Lubang dalam dan lebar menganga di badan jalan, menjadi jebakan mematikan saat hujan. Berbeda dengan penanganan di daerah lain yang melakukan patching (tambal sulam) untuk mengurangi risiko kecelakaan, ruas ini terabaikan. Fasilitas pendukung seperti jembatan baru juga menunjukkan ketidaklanjutan pembangunan.

Agus, ASN dari Lolak yang rutin melintas Bolmong-Kotamobagu menyatakan, “Sangat berbahaya pak, banyak jalan rusak dan dalam. Kalau tidak hati-hati, apalagi jika hujan, nyawa taruhannya. Bukan hanya satu atau dua orang yang pernah kecelakaan di jalan BPJN ini. Mungkin PPK 2.1 wilayah Bolmong harus diganti,” Ucapnya

Keluhan serupa disampaikan pengguna jalan lain yang mengalami insiden akibat lubang, terutama saat cuaca hujan ketika genangan air menyamarkan kedalaman lubang. Kondisi ini melanggar prinsip dasar pemeliharaan jalan yang menunjukkan tingkat kepadatan lalu lintas berisiko tinggi .

Jhonatan Mogonta, Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI-P) Perjuangan Sulut
mengecam respons lamban pemerintah dalam hal ini PPK 2.1 Bolmong.
“Banyaknya kecelakaan akibat jalan rusak di Bolmong harusnya segera ditangani tanpa menunggu sorotan media atau desakan warga. Pemerintah daerah sering tutup mata. Jika PPK Bolmong tidak bisa kerja serius, ganti saya” tegas Jhonatan

Mogonta menekankan bahwa jalan rusak bukan sekadar masalah kenyamanan, melainkan keselamatan publik. Lubang yang menampung air hujan dan kerusakan struktural memicu kecelakaan fatal. Pola penanganan yang bersifat tambal sulam dinilai tidak menyelesaikan akar masalah tapi setidaknya pekerjaan tersebut harus rutin dikerjakan

Hal senada juga disampaikan Udin warga setempat, “Jalan rusak bukan cuma di Bolmong, tapi di mana-mana. Jika sampai ada korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab. Hal ini sudah pernah di lapor ke dinas terkait.mana mungkin juga pemerintah Kabupaten tidak tahu. Apakah menunggu lebih banyak korban,” ucap Udin warga Inobonto

Sampai berita ini terbit PPK 2.1 BPJN Sulut belum memberikan pernyataan resmi. Masyarakat menunggu tindakan nyata, bukan janji, sebelum korban berikutnya berjatuhan.
( ***Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *