Golkar Sulut Mantapkan Soliditas Jelang Musda: CEP–THL Tegaskan Loyalitas Penuh pada Kebijakan DPP

Sulawesi Utara — kibarindonesia.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Utara, konsolidasi internal terus diperkuat. Jajaran pengurus menegaskan komitmen soliditas, kedisiplinan organisasi, serta loyalitas total terhadap mekanisme partai dan arah Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Ketua DPD I Partai Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) bersama Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa Tenggara Tonny Hendrik Lasut (THL) menggelar pertemuan intensif dalam suasana harmonis dan konstruktif. Pertemuan tersebut tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi momentum penting untuk memantapkan barisan menjelang agenda strategis Musda.

Dalam diskusi politik yang terbangun, CEP dan THL sepakat menyerahkan sepenuhnya arah dan keputusan Musda kepada DPP sebagai otoritas tertinggi partai.

“Saya dan Ketua DPD Partai Golkar, Ibu Tetty, berkomunikasi intens. Kami sepakat bahwa apa pun keputusan DPP akan kami ikuti sepenuhnya,” tegas THL, Selasa (25/11/2025).

Sikap tersebut menjadi penegasan kedisiplinan struktural, sekaligus menepis berbagai spekulasi yang berpotensi mengganggu konsolidasi internal. THL menambahkan, ketaatan terhadap DPP merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik seorang kader Golkar.

“Golkar adalah partai besar. Setiap keputusan strategis harus berada dalam satu garis komando. Tidak ada ruang untuk langkah di luar mekanisme organisasi,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa kader Golkar Minahasa Tenggara solid dan siap mengikuti kebijakan pusat demi memperkuat konsolidasi di daerah.

“Saya mengajak seluruh kader untuk fokus pada penguatan struktur dan pelayanan publik. Golkar harus berada pada posisi konstruktif, bukan terjebak dinamika yang tidak produktif,” tambahnya.

Komunikasi intens antara THL dan CEP disebut menjadi bukti bahwa Golkar Sulut menempatkan persatuan politik di atas kepentingan faksional.

Sementara itu, CEP menegaskan bahwa loyalitas dan disiplin organisasi adalah fondasi utama dalam menjaga kekuatan Partai Golkar.

“Golkar memiliki mekanisme yang jelas. Proses Musda harus diserahkan kepada DPP sebagai otoritas tertinggi. Ketaatan terhadap struktur adalah prinsip yang tidak bisa ditawar,” tegas CEP.

Ia menyatakan bahwa keharmonisan komunikasinya dengan THL menunjukkan bahwa Golkar Sulut berada dalam kondisi solid, stabil, dan terkendali.

“Saya dan Pak Tonny Hendrik Lasut memiliki komitmen yang sama: menjaga kesatuan, keharmonisan, dan nama baik partai. Konsolidasi harus berjalan tanpa friksi dan tanpa ruang spekulasi,” ujar CEP.

CEP juga mengajak seluruh kader di Sulawesi Utara untuk meneguhkan disiplin organisasi dan fokus pada agenda perjuangan masyarakat.

DPD Golkar Sulut menilai bahwa keselarasan antara DPD I dan DPD II merupakan sinyal kuat bahwa konsolidasi partai di Sulut berlangsung sehat, modern, dan visioner. Soliditas ini diyakini tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memastikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.

Dengan soliditas CEP–THL, Partai Golkar Sulut menyatakan kesiapan penuh menghadapi Musda dan seluruh agenda politik ke depan sesuai arahan DPP.
(SS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *