Selamatkan Generasi Muda, BNN Sulut Komitmen Berantas Peredaran Narkotika

MANADO – kibarindonesia.com – Komitmen Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Utara dalam memberantas penyalahgunaan narkotika dan peredaran obat terlarang kembali menjadi sorotan dalam sesi dialog dalam kegiatan sarasehan anggota DPR RI Marten Daniel Tumbelaka yang akrab disspa MDT bersama masyarakat Kecamatan Pineleng Tokoh Agama, serta kalangan pelajar SMA Negeri 1 Manado berjalas sukses

Dalam dialog tersebut, muncul sejumlah pertanyaan sekaligus desakan masyarakat agar pemberantasan narkotika dilakukan secara adil dan tanpa pandang bulu. Penegakan hukum diharapkan tidak hanya menyasar masyarakat biasa, tetapi juga pejabat maupun pihak-pihak yang memiliki kedudukan tertentu apabila terbukti terlibat dalam penyalahgunaan atau peredaran gelap narkotika.

Dalam sesi wawancara dengan media perhatian tertuju pada dugaan peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), khususnya kawasan pertambangan Ratatotok

Kepala BNN Provinsi Sulawesi Utara, Brigjen Pol. Jemmy George Paulus Suatan, S.H., M.Si. saat media mempertanyakan dugaan peredaran sabu-sabu dan pil yang dikenal masyarakat dengan sebutan boti-boti yang sangat mudah ditemukan, terutama di sejumlah tempat hiburan malam dan kafe remang-remang.

Merespon baik dan mendapat perhatian serius dari BNN serta akan bekerja sama dengan aparat kepolisian. Sebab, apabila dugaan peredaran tersebut tidak ditangani secara serius, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Jemmy George Paulus Suatan mengatakan menyampaikan, “kami akan melakukan langkah mitigasi terhadap wilayah-wilayah yang terindikasi memiliki kerawanan peredaran narkotika dan koordinasi dengan Polda Sulut bersama pemerintah daerah untuk menindaklanjuti berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat,” Ucap Jemmy

Ia juga menegaskan bahwa penanganan terhadap penyalahgunaan narkotika akan disesuaikan dengan ketentuan hukum yang berlaku. Termasuk kemungkinan rehabilitasi bagi penyalahguna berdasarkan hasil asesmen dan aturan yang berlaku, serta penindakan hukum terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika.

Selain Ratatotok, wilayah Tompaso Baru dan Kabupaten Minahasa Selatan, turut menjadi perhatian menyusul penangkapan baru-baru ini dalam menindaklanjuti dugaan peredaran narkotika yang disebut-sebut telah berlangsung cukup luas.

Bahkan, muncul dugaan mengenai kemungkinan adanya jaringan pemasok dari luar daerah, termasuk Makassar. Karena itu, diperlukan strategi pengungkapan yang tidak hanya menyasar pengguna di lapangan, tetapi juga menelusuri jaringan pemasok hingga pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali peredaran.

Dengan adanya kegiatan sarasehan ini, BNN Sulut diharapkan memperkuat koordinasi dengan Polri dan instansi terkait agar informasi yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui langkah penyelidikan dan penegakan hukum sesuai prosedur.

Selain penindakan, aspek pencegahan juga menjadi perhatian dalam sarasehan tersebut. Melalui program edukasi langsung ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi atau go to school dan go to campus, generasi muda diharapkan memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkotika serta mampu menolak segala bentuk ajakan penyalahgunaan narkoba.

Pemberantasan narkotika membutuhkan keberanian, konsistensi, dan keterlibatan semua pihak. BNN bersama Polri diharapkan dapat menjawab keresahan masyarakat melalui pemetaan wilayah rawan, pengungkapan jaringan peredaran, penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta pencegahan yang menyentuh langsung generasi muda.

Kegiatan sarasehan ini menghadirkan Kepala BNN Provinsi Sulawesi Utara Brigjen Pol. Jemmy George Paulus Suatan, S.H., M.Si., Martin Daniel Tumbelaka, Asisten Pidana Umum Reinhard Tololiu, serta Pdt. Frangky Longkutoy sebagai narasumber. Kegiatan tersebut juga diikuti masyarakat Desa Pineleng dan puluhan siswa-siswi SMA Negeri 1 Manado.
(Stefanus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *