Sulut – kibarindonesia.com – Hari ini 22 april 2024 adalah hari penentuan buat Prabowo Subianto yang juga asli putra sulut untuk menjadi Presiden RI.
Keluarga Besar Partai Demokrat se-Sulut saat ini berada di Jakarta, ikut mengawal dan mendukung serta menjaga putusan MK tersebut.
Siang ini terlihat banyak massa di depan patung kuda alias didepan gedung MK untuk menekan MK agar mendiskualifikasi Pak prabowo dan Mas Gibran dan mereka meminta PSU di Sulut, Bali dan Jawa Tengah. Tapi yang kami sesalkan KSSM (Koalisi Solidaritas Sulut Maju) dibawah komando Conny Rumondor Gerindra dan Nasdem Viktor Mailangkay malah memilih membuka pendaftaran calon gubernur, di hari sangat menentukan nasib Pak Prabowo dan Mas Gibran,”‘ kata Nortje Van Bone Ketua DPC Demokrat Kota Manado. Senin (22/4/2024).
Dijelaskannya, padahal Pak Prabowo adalah Ketum Gerindra dan lagi berhadapan dengan Ganjar dan PDIP serta Anies Baswedan dari Nasdem.

Lebih keras lagi Van Bone menuding Nasdem itu partainya pak Viktor yang tergabung di KSSM yang menurutnya kurang etis karena semua masih berjuang mati matian di MK kenapa mereka malah membuka pendaftaran dan sibuk Pilgub di saat ini. Jadi seakan akan mementingkan diri sendiri saja atau ada sesuatu jadi belum tepat bahas pilkada karena pilpres belum berakhir kecuali kalian ada capres lain yang didukung diam diam karena saat ini kita perlu bergandengan tangan dukung pak prabowo
Secara totalitas sesuai amanat Ketum Demokrat AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) dan E2L (Elly Engelbert Lasut) jadi di saat kritis ini “ada dimana so ngoni?,” tegas kader militan AHY dan pendukung setia prabowo yang juga wakil Ketua DPRD Kota Manado.
Kami Partai Demokrat, Ketum AHY dan E2L tidak tidur, tidak tidur demi mengawal sidang hari ini malah ada di Manado sibuk urus pilkada, padahal nasib bangsa lagi dipertaruhkan jadi dimana moralnya. Saran saya fokus dulu MK kita bergandengan tangan jaga pak Prabowo dan Mas Gibran karena hari ini menentukan nasib bangsa kedepan,” ujar Van Bone.
Sementara itu, Sekretaris Demokrat Sulut Billy Lombok saat dihubungi mengakui hal ini. Menurutnya Demokrat ingin mengawal Prabowo Subianto hingga garis finish di tahapan pilpres.
“Kita ingin pastikan tak ada PSU di Sulut. Karena ini menjadi salah satu tuntutan dari pasangan calon lain di MK dan bagi E2L maupun Demokat, Pak Prabowo adalah putra asli kawanua dan harga mati sebagai Presiden RI alias mati kalau mati dan E2L tetap Prabowo,” tukasnya,
Ketua DPC Demokrat Minut Stendy S. Rondonuwu menyesalkan, dimana partai Demokrat masih berjuang dan lagi mati matian mengawal Prabowo- Gibran di putusan MK, tapi Koalisi Solidaritas Sulut Maju malah membuka pendaftaran bakal pasangan calon Pilkada 2024.
Dihari ini, hari penting bagi perjuangan tuama minahasa Prabowo Subianto sehingga terkesan TKD Prabowo-Gibran ini hanya memikirkan diri sendiri bukan capres kita apalagi di KSSM ini ada NasDem yang lagi menggugat PSU di Sulut dan meminta gugurkan Pak Prabowo putra daerah sulut,” ujarnya,
Pikir bangsa dulu kwa, baru pikir diri. Karena torang masih berjuang,nintau apa so dorang ada cari ini..? masa buka pendaftaran ini hari saat mo putusan MK soal nasib Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ujar Stendy S. Rondonuwu yang dikenal politisi ‘Petarung’ ini.
( *** Tim )





