Dirut PD Pasar Manado Akhirnya Penuhi Panggilan Polda Sulut: Manuver atau Terdesak Bukti?

Manado – kibarindonesia.com – Setelah dua kali mangkir dari panggilan penyidik, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Manado, Lucky Senduk, akhirnya muncul di Mapolda Sulut. Ia tiba sekitar pukul 10.15 WITA, senin 17/02/2025 dengan mengenakan kemeja putih dan celana jeans hitam, didampingi Sekretaris PD Pasar Ferdinand Loho. Namun, kehadirannya justru memunculkan lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban.

Tanpa banyak bicara, Senduk langsung diarahkan ke ruang pemeriksaan nomor 16 Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter). Sementara itu, di luar ruangan, sejumlah wartawan terus memantau perkembangan kasus yang menyeret namanya.

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang?

Meski materi pemeriksaan masih belum diungkap secara resmi, sumber internal menyebut bahwa kasus ini diduga terkait dengan kebijakan kontroversial di tubuh PD Pasar Manado. Pemecatan sejumlah karyawan secara mendadak disebut-sebut sebagai bagian dari manuver kekuasaan yang kini tengah dipertanyakan. Apakah langkah ini murni kebijakan manajemen atau ada kepentingan lain di baliknya?


Selain itu, muncul dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan perusahaan daerah tersebut. Beberapa sumber menyebut adanya indikasi keputusan yang tidak transparan, yang berpotensi merugikan pihak-pihak tertentu.

Bukan Kali Pertama Berurusan dengan Aparat

Yang menarik, ini bukan kali pertama Lucky Senduk berhadapan dengan aparat penegak hukum. Pada Desember 2024, ia sempat diperiksa oleh penyidik Subdit Tipidkor Polda Sulut dalam kasus lain yang hingga kini belum sepenuhnya terang.

Muncul pertanyaan, apakah ini hanya kebetulan atau ada pola yang lebih besar? Sejauh mana pengelolaan PD Pasar Manado di bawah kepemimpinannya telah memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas?

Hingga berita ini diturunkan, pemeriksaan terhadap Lucky Senduk masih berlangsung. Apakah ini awal dari babak baru dalam pengungkapan dugaan penyimpangan di tubuh PD Pasar Manado? Ataukah akan berakhir seperti kasus-kasus serupa yang tenggelam tanpa kejelasan? Kita tunggu perkembangannya.
( Nina )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *