Manado – kibarindonesia.com – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., mengambil langkah strategis dalam memperkuat roda pemerintahan dengan menunjuk 21 Staf Khusus. Penunjukan ini tertuang dalam Surat Keputusan yang ditandatangani langsung oleh Gubernur.
Para Staf Khusus ini akan mendampingi Gubernur dan Wakil Gubernur dalam merumuskan kebijakan dan mempercepat realisasi program-program pembangunan di Bumi Nyiur Melambai. Mereka dipilih dari berbagai latar belakang profesi—akademisi, birokrat, tokoh masyarakat, hingga praktisi—dengan kompetensi di bidang masing-masing.

Berikut daftar lengkap Staf Khusus Gubernur Sulut tahun 2025:
1. Drs. Ferdinand E.M. Mewengkang, M.M – Bidang Pemerintahan dan Pengembangan SDM
2. Max Lomban, S.E – Bidang Kebudayaan
3. Prof. Grevo Gerung – Bidang Pendidikan
4. Dr (c) Fiko Onga, S.Ip., M.Si – Bidang Politik dan Kebijakan
5. Dr. Lucky Longdong – Bidang Pertanian
6. Prof. Benny Pinontoan – Bidang Pembangunan Sumber Daya Alam
7. Recky Harry Langie – Bidang Investasi
8. Dr. Magdalena Wullur, SE., MM., MAO., CMILT – Bidang Perencanaan Pembangunan
9. Olvie Limpele – Bidang Sosial Kemasyarakatan Rohani
10. Farist Soeharyo – Bidang Kepemudaan
11. Herold Kaawoan – Bidang Pemberdayaan Masyarakat
12. Marlina Moha Siahaan – Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
13. Samuel Patabang – Bidang Ekonomi dan Pembangunan
14. Daniel Duma – Bidang Pertambangan dan Energi
15. Christian Yokung, S.Kom – Bidang Olahraga
16. Ir. Johan V. Malonda – Bidang Perhubungan
17. Dr. Drevy Malalantang – Bidang Pariwisata
18. Reza Sofian, SH – Bidang Perikanan dan Kelautan
19. John Sada, SH., MH – Bidang Hukum dan HAM
20. Nurjannah Seliani – Bidang Hubungan Antar Lembaga
21. AKBP (Purn) Tommy Lahama – Bidang Kesatuan Bangsa
Penunjukan ini menjadi bukti keseriusan Pemprov Sulut dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif, partisipatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
“Para staf khusus ini kami pilih karena kapasitas dan integritasnya. Mereka akan jadi mitra strategis dalam menyusun kebijakan, menjembatani komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan implementasi program berjalan tepat sasaran,” ujar Gubernur Yulius dalam keterangan resminya.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan masyarakat lintas sektor. Diharapkan, kehadiran para staf khusus ini dapat memperkuat sinergi lintas bidang dan membawa percepatan pembangunan yang nyata di seluruh wilayah Sulut.
( Stefanus )





