MANADO – Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Kota Manado, Darwis Hutuba, secara tegas mendesak Kapolda Sulawesi Utara untuk segera menetapkan Direktur Utama PD Pasar Manado, Lucky Senduk, beserta jajaran direksi dan badan pengawas sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan dan tindak pidana korupsi di tubuh perusahaan daerah tersebut.
“Bagi kami, mereka diduga kuat secara bersama-sama terlibat dalam berbagai pelanggaran, mulai dari pemberhentian sepihak terhadap pegawai tetap PD Pasar Manado tanpa alasan yang sah, hingga dugaan korupsi yang merugikan keuangan perusahaan dan para pedagang,” tegas Darwis Hutuba dalam pernyataannya.
Ia juga menyoroti sejumlah kerja sama dengan pihak ketiga yang dinilai cacat prosedur dan sarat kepentingan, seperti kerja sama pengelolaan sampah dengan PT Renata Jaya Mandiri dan pengelolaan parkir bersama PT Bahana Security Sistem. “Ini kami duga sebagai modus korupsi yang terselubung,” tambahnya.

Tak hanya itu, pengelolaan toilet umum di Pasar Bersehati juga menjadi sorotan karena pendapatannya dinilai tidak transparan. “Kami minta penyidik Polda Sulut juga menelusuri aliran dana dari sektor ini,” ujarnya.
Darwis juga menyampaikan keprihatinan atas nasib para pegawai tetap BUMD PD Pasar Manado yang diberhentikan secara sepihak. “Banyak yang mengalami tekanan psikologis, bahkan ada yang sampai meninggal dunia akibat tindakan semena-mena ini,” ucapnya.
Selain itu, para pedagang juga merasa terintimidasi dan tidak mendapatkan tempat berjualan, sementara justru pedagang-pedagang yang tidak jelas statusnya diberi fasilitas lebih baik.
Dukungan terhadap langkah Polda Sulut juga datang dari Dewan Pakar Laskar Prabowo 08 Sulut, Drs. Noldy Londa, S.Sos, M.Si. Ia menyatakan siap mendukung penuh upaya Kapolda dalam membongkar dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan di PD Pasar Manado.
“Kami minta Polda Sulut bertindak tegas, tanpa pandang bulu. Bersihkan semua modus kejahatan yang mencederai keadilan dan merugikan rakyat kecil, khususnya para pedagang pasar di Kota Manado,” pungkas Darwis Hutuba.
( *** Tim )





