Hot News!! Gegara Pemadaman Listrik: Masyarakat Kota Manado Rugi Waktu dan Duit

Manado — kibarindonesia.com – Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Sulawesi Utara menuai kritik keras dari masyarakat.

Akibatnya, antrean panjang terjadi di berbagai SPBU di Kota Manado, di mana warga rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM).

Situasi ini dimanfaatkan oleh para penjual BBM eceran yang menjual dengan harga Rp 25.000 per liter, hampir dua kali lipat dari harga normal Rp 12.000.

“1 liter 25 ribu, soalnya Torang ba antri panjang Skali bro,” kata salah satu penjual BBM eceran saat diwawancarai.

Meski mahal, warga tetap membeli BBM dari penjual eceran karena kebutuhan mendesak.

“Ya, mau tidak mau so musti isi karna somo abis bensin ini kendaraan.

Dari pada mo ba antri panjang, biarjo isi eceran soalnya keperluan pekerjaan,” ujar warga yang merupakan driver online.

Sementara itu, aktivis Jeffrey Sorongan melontarkan kritik tajam kepada PLN Sulutenggo.

Ia menilai pemadaman ini menunjukkan lemahnya manajemen dan kurangnya perencanaan strategis.

“Pemadaman listrik menunjukkan lemahnya manajemen dan kurangnya antisipasi dari pihak PLN Sulutenggo.

Ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menciptakan situasi ekonomi yang tidak adil,” tegasnya.

“Transparansi dan perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas.

Pemerintah daerah juga perlu turun tangan agar masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban,” tambah Sorongan.

Kondisi ini semakin memperparah beban masyarakat, yang sudah harus menghadapi tekanan ekonomi mendekati Nataru Desember ini.
13/12/2024
( Stefanus )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *