Manado — kibarindonesia.com – Calon Wali Kota Manado, Andrei Angouw, tengah menjadi sorotan usai sejumlah manuver politiknya dianggap mencederai solidaritas partai sekelas PDI-Perjuangan dan menciptakan kontroversi di tengah proses sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).
Berbagai sumber mengungkapkan, beberapa hari setelah pleno KPU Manado, Andrei Angouw, yang mengetahui rencana gugatan PHPU oleh pasangan IMBA – Ivan, mulai menyusun strategi untuk mencari dukungan politik, termasuk mendekati Gubernur Sulawesi Utara terpilih, Yulius Selvanus Komaling (YSK).
Namun, langkah ini dinilai tidak elegan, bahkan disebut sebagai “gimmick politik benalu.”
Dikabarkan, Andrei pertama-tama mengutus istrinya, Irene Golda Pinontoan (IGP), untuk menemui YSK.

Dalam pertemuan tersebut, Irene disebut-sebut mengaku sebagai keponakan YSK dengan harapan dapat memperoleh dukungan politik, termasuk perlindungan hukum.
Namun, upaya ini memunculkan kritik keras, mengingat selama masa kampanye, Andrei yang diusung PDI-PERJUANGAN hampir tidak memberikan ruang bagi pasangan YSK-Victory di Kota Manado.
Tak berhenti di situ, Andrei juga tampak menghadiri acara ulang tahun istri YSK, Aniek Fitri Wulandari, di Serang, Banten, pada Kamis (12/12/2024).
Dalam sebuah video yang beredar, Andrei terlihat berjoget ria mengenakan batik coklat bersama YSK dan para tamu lainnya.
Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk “cari muka,” terutama setelah hasil Pilkada tidak memihak PDI-PERJUANGAN di Sulawesi Utara.
Manuver ini menuai reaksi dari Aktivis Demokrasi Jeffrey Sorongan yang menyebut tindakan Andrei, sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak menghormati perjuangan kader PDIP yang masih menunggu keputusan MK.
“Tindakan itu memalukan. Dia seperti bersenang-senang di atas kekalahan SK-DT (paslon PDIP di Pilgub).
Gimmick politik seperti itu sama halnya melecehkan simpatisan Partai dan kader PDIP,” tegas Jeffrey.
Komentar serupa juga muncul dari warganet. Salah satu akun di media sosial mengungkapkan kemarahan, menyebut Andrei sebagai oportunis yang tidak tahu malu.
“Ini org nentau malu kang… dasar muka TEMBOK… cuma IMBA p org yg sebagian ada pilih pa YSK… kong skarang mo cari dukungan keluarga sampe pigi di Serang Banten mo cari muka setelah bermasalah,” tulis akun tersebut.
Langkah Andrei Angouw, yang menghadiri acara pribadi YSK dan melakukan manuver politik di tengah proses gugatan MK, semakin mencoreng citranya, baik di kalangan kader PDIP maupun publik luas.
Para pengamat menilai bahwa strategi politik seperti ini tidak hanya merusak hubungan internal partai, tetapi juga mencerminkan ketidakdewasaan dalam menghadapi hasil politik yang tidak memihak.
Sementara itu, proses PHPU oleh pasangan IMBA – Ivan di MK masih berjalan.
Publik kini menantikan bagaimana hasil akhir dari dinamika politik ini, termasuk dampaknya terhadap posisi politik Andrei Angouw dan partainya di Sulawesi Utara.
Apakah beliau akan menjadi seperti Yasti Soepredjo yang diminta keanggotaannya untuk di pecat.? Kita lihat saya bagaimana tanggapan dari DPP Partai PDIP terkait hal tersebut
( *** Tim )





