Pawai Pembangunan di Mitra Tercoreng, Bendera Partai PDIP dan Spanduk Calon Bupati Mitra RK Dipertanyakan Publik

Minahasa Tenggara – kibarindonesia.com – Dalam rangka memperingati HUT RI ke-79 Kabupaten Minahasa Tenggara mengelar pawai pembangunan yang di gelar selasa tanggal 20 agustus 2024.

Namun, acara tersebut tercoreng akibat tindakan oknum peserta yang memamerkan bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ataupun spanduk dari calon Bupati Ronal Kandoli

Bahkan ada yang memasang spanduk calon Bupati Mitra Ronal Kandoli. Dalam spanduk yang berisi mengajak masyarakat memilih Partai serta calon tersebut. Sehingga menjadi tanda tanya warga


Perayaan semangat nasionalisme pawai pembangunan di semua Desa yang ada di Mitra tersebut memicu kehebohan di masyarakat yang tak menyangka akan ada unsur politik dalam pawai yang sejatinya dimaksudkan untuk merayakan pembangunan dan kemerdekaan.

Robby masyarakat Ratahan mengatakan, “Saya melihat pawai pembangunan yang digelar dari tahun ini cenderung mengarah ke kampaye sebab semua mobil membawah bendera Partai. “Ada apa ini”? Seharusnya pawai pembangunan, bukan acara politik,” ungkap Robby yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.

Kehadiran bendera PDIP dalam acara pawai pembangunan tersebut memunculkan spekulasi terkait pencalonan kembali mantan Wali Bupati di era JS yaitu: Ronal Kandoli

Sehiingga, warga menilai tindakan tersebut tidak pantas dan mencoreng makna perayaan HUT RI.

“Kami berharap panitia pawai lebih cermat dan bertanggung jawab.

Ini sangat tidak elok dan merusak esensi pawai pembangunan,” tegas beberapa warga yang mendesak agar ketua panitia segera memberi klarifikasi.

Pj Bupati Mitra Ronald Sorongan ketika dikonfirmasi awak Media menyatakan, “Silahkan konfirmasi ke Asisten 2 terkait masalah tersebut. Dia yang ketua panitia,” tegas Sorongan

Asisten 2 Mitra Arnold Mokosolang saat dikonfirmasi melalui Via WhastApp dengan nomor 08152725**** tidak merespon sampai berita ini terbitkan

Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai netralitas serta integritas panitia dalam menyelenggarakan acara yang seharusnya bebas dari nuansa politik

Bahwa dalam aturan yang disampaikan kepada peserta apakah memang ada arahan panitia membawah bendera partai, atau ada larangan eksplisit mengenai penggunaan simbol partai yang sengaja dilanggar peserta
( Redaksi )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *