Sulawesi Utara – kibarindonesia.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat telah mengambil langkah strategis dengan menunjuk Hanny Jost Payouw atau yang akrab disapa HJP sebagai cadangan pengganti calon jika Michaela Elsiana Paruntu.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor penting, termasuk loyalitas kader dan hasil survei elektabilitas.

Menurut sumber internal DPP Demokrat, keputusan untuk memilih HJP sebagai calon cadangan didasarkan pada pengalaman pahit yang dialami Partai Golkar ketika berpindah last minute, yang memunculkan trauma dan kehati-hatian di kalangan pimpinan partai.
DPP Demokrat kini lebih fokus pada kader yang tidak hanya memiliki elektabilitas tinggi, tetapi juga menunjukkan loyalitas yang kuat dan tidak mudah ditekan untuk mundur, yang bisa berisiko menggugurkan calon di tengah jalan.
Untuk memastikan keputusan yang tepat, DPP Demokrat membuka kembali hasil survei internal partai.

Dari hasil survei tersebut, HJP ternyata menunjukkan elektabilitas yang lebih tinggi dibandingkan beberapa kandidat lainnya, seperti Denny Tuejeh, Victor Mailangkay, dan Yulius.
Hal ini mengejutkan, mengingat HJP belum melakukan sosialisasi sama sekali, sementara para kandidat lainnya sudah aktif bergerak di lapangan.
“Potensi HJP untuk melesat dalam survei cukup tinggi dibanding pesaingnya, sehingga DPP memutuskan untuk menunjuk HJP sebagai pengganti jika Mika tersandera partai,” ungkap sumber.
Keputusan ini menunjukkan komitmen DPP Demokrat untuk menempatkan kader yang tidak hanya mampu meraih dukungan luas, tetapi juga siap menghadapi berbagai tekanan politik yang mungkin muncul selama proses pemilihan.
Dengan langkah ini, Partai Demokrat berharap dapat memastikan stabilitas dan keberhasilan partai dalam kontestasi Pilkada yang semakin kompetitif.
Partai Demokrat berharap, dengan dipilihnya HJP sebagai cadangan, partai akan tetap solid dan siap menghadapi berbagai dinamika politik yang mungkin terjadi menjelang Pilkada.
Keputusan ini diharapkan dapat meminimalisir risiko dan menjaga keberlanjutan perjuangan partai untuk memenangkan hati rakyat.
Artikel ini ditulis berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal DPP Partai Demokrat yang dekat dengan proses pengambilan keputusan.
27/08/2024
( Stefanus )





