Minahasa – kibarindonesia.com – Seperti tidak ada takut dan kapoknya mafia BBM solar/ pertalite ilegal di SPBU milik RK yang berlokasi di Desa Tambala, Kecamatan Tanawangko Kabupaten Minahasa terus melancarkan aksinya sehingga membuat masyarakat geram akibat ulah dari oknum mafia BBM tersebut
Tidak hanya masyarakat setempat yang resa akan hal tersebut. Para sopir kendaraan expedisi juga sering mengeluhkan hal tersebut. Pasalnya setiap kali ingin membeli BBM di SPBU tersebut, selalu tutup karena habis sudah di ambil mafia BBM untuk selanjutnya di bawah ke lokasi proyek dan tambang
Terbaru dari hasil investigasi tim media yang mengunjungi SPBU Tambala sekitar pukul 17:00 sore, mendapati SPBU tersebut sudah ditutup. Namun saat tim berhasil memasuki area SPBU, menemukan dua unit mobil pick-up Grandmax yang sedang mengisi BBM dari galon-galon yang ditumpuk di dalam dan di sekitar mobil, jumat 24/08/2024

Saat tim media mendekati sopir kendaraan, salah satu mobil langsung pergi karena ketakutan. Aktivitas pengisian BBM oleh sopir yang memindahkan BBM ke dalam galon ini menunjukkan adanya penyalahgunaan aturan Pertamina yang berlaku di SPBU tersebut. Dugaan kuat menunjukkan adanya kerjasama jangka panjang antara pihak SPBU dan mafia BBM ilegal.
Tindakan serupa juga terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23:00 hingga 01:00, di mana terlihat mobil tangki solar warna biru beroperasi di area SPBU. Beberapa galon BBM juga terlihat dimuat ke dalam mobil pick-up, sementara pedagang di sekitar SPBU turut terlibat.
Pertanyaan besar muncul mengenai tanggung jawab pihak Pertamina dan pengelola SPBU Tambala yang dipercayakan kepada DL yang diketahui adalah adik RK dan VR mantan anggota DPRD Mitra meskipun ada kontrak kerjasama bisnis. Kasus ini sepertinya dibiarkan tanpa tindakan tegas. Sehingga aktivitas ilegal ini sangat merugikan masyarakat yang kesulitan mendapatkan BBM yang mereka butuhkan.
Terkait permasalahan tersebut publik berharap APH termasuk Pertamina, segera mengambil langkah tegas untuk menindak tegas praktik ilegal ini dan memastikan keadilan bagi masyarakat.
Adapun dalam hal ini masyarakat juga mempertanyakan berapa banyak kuota pertamina per/bulan, kenapa BBM yang ada di SPBU Tambala selalu habis. Sehingga diduga sebagian BBM tidak masuk ke SPBU tetapi di bawah ke lokasi lain sehingga hal tersebut harus di telusuri APH dan Pertamina
Disisi lain Bos pemilik SPBU inisial RK beserta VR saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp dengan nomor 08128867*** tidak merespon sampai berita ini diterbitkan.
( Redaksi )





