Bitung – kibarindonesia.com — Walikota Bitung, Maurits Mantiri, mendapat sorotan tajam terkait keterlambatan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Tenaga Harian Lepas (THL) yang belum diterima sejak bulan Januari.
Meskipun anggaran untuk pembayaran tersebut sudah dialokasikan, hingga hari ini, para pegawai belum menerima hak mereka.
Permintaan penjelasan tersebut disampaikan oleh Evi Kambey, seorang pegawai di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, di depan Ketua Komnas HAM, dalam kegiatan Festival Hak Asasi Manusia (HAM) yang digelar di Kota Bitung.

Melalui Video yang beredar Evi Kambey mengatakan, “Izin Pak Wali, kapan dibayarkan THL kami. Kenapa yang Muslim sudah terima dan non Muslim belum terima. Saya Evi Kambey dari Bapenda Bitung. Kapan TPP kami akan di bayarkan,? Sedangkan TPP sudah dianggarkan dari tahun 2023. Jawab Pak Wali, kami sudah menunggu berbulan bulan, dari bulan januari, jawab pak Wali kami butuh jawaban jelas. Kemana uang uang kami,”? Ucap Evi Kambey dihadapan para peserta festival
Spontan akibat aksi tersebut membuat para pengunjung berseru, banyak pengawai yang mengapresiasi atas keberanian Evi, yang dengan berani mempertanyakan nasib para pegawai yang bergantung pada TPP dan THL untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keterlambatan ini menimbulkan banyak pertanyaan dan keluhan dari para pegawai. Mereka berharap Walikota Maurits Mantiri segera memberikan klarifikasi dan solusi atas masalah ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Walikota mengenai alasan keterlambatan pembayaran tersebut.
Festival HAM yang berlangsung di Kota Bitung menjadi momentum bagi para pegawai untuk menyuarakan masalah ini, dengan harapan adanya perhatian lebih dari pihak berwenang dan segera terselesaikannya permasalahan pembayaran TPP dan THL.
31/07/2024
( Redaksi )





