BWS Sulawesi I Bergerak Cepat Tangani Banjir Solimandungan Bolmong

BOLMONG – kibarindonesia.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I bergerak cepat melakukan penanganan pascabanjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara.

Banjir terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.30 WITA dan menggenangi Desa Solimandungan I, Desa Solimandungan II, serta Desa Solimandungan Baru. Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung selama sepekan terakhir, sehingga menyebabkan Sungai Botuk meluap.

Luapan sungai mengakibatkan genangan air setinggi 1 hingga 1,5 meter di kawasan permukiman warga. Selain air, banjir juga membawa material lumpur dan potongan kayu yang memperparah dampak di wilayah terdampak.

Merespons kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat BWS Sulawesi I langsung turun ke lapangan pada Rabu malam hingga Kamis pagi (28/5/2026) untuk melakukan identifikasi dan pengumpulan data. Kegiatan dilakukan dengan berkoordinasi bersama pemerintah desa setempat guna memastikan langkah penanganan yang tepat dan cepat.

Pada Kamis (28/5/2026), Plt Kepala BWS Sulawesi I bersama Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) Sulawesi I serta PPK OP SDA II melakukan kunjungan lapangan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dan BPBD Bolmong terkait langkah penanganan pascabanjir.

Sebagai tindak lanjut, BWS Sulawesi I mengerahkan satu unit excavator PC-200 ke lokasi terdampak. Alat berat tersebut diberangkatkan pada Kamis malam dan tiba di Desa Solimandungan Dua pada Jumat (29/5/2026) dini hari.

Setelah berkoordinasi dengan BPBD dan pemerintah desa setempat, excavator langsung dioperasikan untuk melakukan pengangkatan sedimen di alur sungai yang terdampak banjir. Pekerjaan dimulai dari bagian hulu sungai guna memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir susulan.

Hingga Selasa (2/6/2026), progres pengangkatan sedimen telah mencapai sepanjang 370 meter, dimulai dari hulu sungai hingga jembatan yang berada di tengah desa. Selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan sepanjang 250 meter menuju ruas Jalan Trans Sulawesi.

BWS Sulawesi I memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait guna mempercepat pemulihan kondisi sungai serta meningkatkan perlindungan masyarakat dari ancaman banjir di masa mendatang. (Stefanus)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *