MANADO, 14 JULI 2026 – Agenda kedua sidang paripurna hari ini adalah penyampaian Kerangka Uraian Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara Tahun 2027 oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Acara dihadiri lengkap oleh jajaran pimpinan legislatif dan eksekutif serta perwakilan asosiasi pengusaha dan LSM.
Gubernur Yulius Selvanus memaparkan bahwa arah kebijakan tahun depan akan memusatkan anggaran pada tiga pilar utama: penyelesaian jalan penghubung antar kabupaten/kota, penguatan ekonomi berbasis komoditas lokal seperti kelapa, kakao dan perikanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kita tidak ingin lagi anggaran hanya berputar di pusat kota. Tahun depan, prioritas utama kami adalah membuka akses wilayah produksi di Bolaang Mongondow, Minahasa Selatan hingga Kepulauan Talaud. Biaya logistik yang mahal adalah musuh utama kesejahteraan petani dan nelayan,” tegas Gubernur.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui pengelolaan potensi pajak dan retribusi yang lebih tertib, tanpa membebani pelaku usaha kecil. Dewan merespons positif arahan ini namun meminta rincian teknis pembagian plafon anggaran agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah.
Selain itu, dialokasikan anggaran khusus penanganan dampak perubahan iklim, mulai dari pengendalian banjir hingga pemulihan pesisir pantai yang terkikis.
Dokumen KUA-PPAS ini selanjutnya akan dibahas mendalam di setiap komisi DPRD dengan mengakomodasi usulan prioritas dari daerah pemilihan.
Gubernur menutup penyampaiannya dengan harapan pembahasan berjalan terbuka dan melibatkan aspirasi masyarakat luas. “Anggaran ini milik rakyat, maka suara rakyat harus terdengar paling lantang saat kita menyusunnya,” pungkasnya.





