Sempat Viral di Beritakan Aktivitas PETI Milik Tepi Enogh di Nibong Ratatotok Kembali Disorot

MITRA – kibarindonesia.com – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) milik Tepi Enogh di kawasan hutan lindung daerah Nibong, Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara kembali menjadi sorotan publik. Warga Desa Basaan yang satu ini diduga memiliki Backup sehingga dalam menjalankan aktivitas PETI didaerah terlarsng hingga kini tidak tersentuh hukum. Senin 13/07/2026

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, Tepi diduga menjalankan aktivitas pertambangan dengan memanfaatkan alat berat berupa excavator sewaan dan aktivitasnya walau sempat diberitakan tidak berhenti bahkan makin menggila

Menurut sumber terpercaya menyebutkan bahwa di lokasi tersebut Tepi membuat bak penampungan berukuran besar untuk mengolah material hasil tambang. Metode yang digunakan disebut lebih modern dibandingkan pengolahan tradisional yang selama ini dilakukan masyarakat.

Yang menjadi perhatian serius adalah dugaan penggunaan bahan kimia berbahaya berupa sianida dalam proses pengolahan material tambang yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan serta berdampak terhadap kualitas tanah dan sumber air di sekitar kawasan pertambangan.

Aktivitas PETI yang berlangsung tanpa pengawasan dan tanpa izin resmi tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian negara akibat hilangnya potensi penerimaan dari sektor pertambangan.

Diketahui Tepi Enogh sempat diberitakan dan telah viral sehingga masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) bersama instansi teknis terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap aktivitas yang berlangsung di kawasan Nibong tersebut.

Selain itu, masyarakat berharap penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan tanpa pandang bulu apabila ditemukan bukti adanya aktivitas pertambangan ilegal maupun praktik yang berpotensi merusak lingkungan agar oknum tersebut segera di tangkap

Hingga berita ini diturunkan, Tepi Enogh belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang. (Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *