Telah berpulang dengan damai ke rumah Bapa di Sorga, hamba Tuhan yang kami kasihi,
Pdt. Corneles Rondonuwu,
pada hari Senin, 27 April 2026, pukul 10.58 WITA di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, dalam usia 81 tahun 10 hari.
Almarhum lahir di Tontalete pada tanggal 17 April 1945, sebagai anak dari pasangan Engelbert Rondonuwu dan Rosina Pantouw, dalam keluarga besar Rondonuwu–Pantouw. Ia merupakan salah satu dari sebelas bersaudara, di mana beberapa di antaranya telah lebih dahulu berpulang, termasuk yang meninggal sejak bayi dan dalam medan perang.
Sejak muda, almarhum dikenal sebagai pribadi yang tangguh dan berprestasi. Ia merupakan seorang atlet tinju (boxing) yang dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Sulawesi Utara dalam ajang Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) sebagai tahap menuju Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun, rencana tersebut tidak terlaksana karena almarhum mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus Kristus. Ia kemudian bertobat, percaya, dan menerima baptisan pada tahun 1969 di GPdI Jemaat Tontalete melalui pelayanan penginjilan Pdt. Bernard Mumu.
Sejak saat itu, hidup almarhum dipersembahkan bagi Tuhan. Ia menjadi perintis pelayanan di GPdI Tontalete di bawah penggembalaan Pdt. Joopie Pangouw.
Pada tahun 1970, almarhum bertemu dengan An Lumenta di Tempang dalam sebuah ibadah di GPdI Tempang. Pada tanggal 15 Agustus 1970, mereka dipersatukan dalam pernikahan kudus yang diberkati oleh Pdt. Yus Rewah. Dari pernikahan ini, Tuhan mengaruniakan 3 orang anak dan 9 orang cucu:
Jonly Rondonuwu (alm) menikah dengan Yufike Doringin
(Cucu: Alfa Miracle, Alfin Yosua, Abner Matthew)
Jeane Bernetje Rondonuwu, S.Sos., M.Th menikah dengan Pdm. Sonny Thios Brant, M.Th
(Cucu: Fidehamlie Thiosanov, Febe Thiosonia, Filo Kanender)
Diana Ester Rondonuwu, S.H., M.H menikah dengan Pdm. Nicodemus Rampen, S.IP., S.Th., M.Pdk
(Cucu: Ps. Bravelie Dio Rampen, S.E, Brilianlie Nidia, Brainlie Nehemia)
Selain melayani di gereja, almarhum juga pernah mengabdi sebagai perangkat Desa Tontalete sejak tahun 1980. Namun panggilan Tuhan terus bekerja dalam hidupnya. Setelah melalui pergumulan iman yang mendalam, termasuk saat anaknya mengalami sakit berat, almarhum mengambil keputusan untuk menyerahkan hidup sepenuhnya dalam pelayanan Tuhan.
Pada tahun 1988, almarhum menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Alkitab Airmadidi dan kemudian melayani sebagai hamba Tuhan sepenuh waktu.
Pelayanan penggembalaan yang dipercayakan kepada almarhum antara lain:
GPdI Kampung Talise, Likupang (±1,5 tahun)
GPdI Pinasungkulan Bitung (±3,5 tahun)
GPdI Kumersot (±7 tahun)
Dalam kehidupan doanya, almarhum menerima suatu penglihatan tentang “Bahtera Nuh”, yang kemudian ia pahami sebagai panggilan untuk membangun gereja di tengah keluarga dan masyarakatnya. Maka pada tahun 2000 berdirilah GPdI Sola Fide Tontalete Rokrok, bahkan sebelum desa tersebut resmi dimekarkan.
Almarhum bersama keluarga juga menjadi pelopor berdirinya Desa Tontalete Rokrok, sehingga dikenal sebagai salah satu pendiri (founding father) desa tersebut. Sebagai bentuk penghargaan, pada tahun 2008 almarhum dipercayakan menjadi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tontalete Rokrok.
Sejak tahun 2010, almarhum mengalami stroke, namun tetap setia melayani Tuhan. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatannya menurun dan harus menggunakan kursi roda. Pada tahun 2024, secara medis didiagnosis mengalami stroke pada otak kiri dan kanan. Namun oleh anugerah Tuhan, almarhum tetap dapat melayani dan berkhotbah. Khotbah terakhir disampaikan pada hari Minggu, 4 Januari 2026.
Pada tanggal 11 April 2026, almarhum mulai menjalani perawatan di rumah sakit. Tanggal 19 April dirawat di RS Manembo-Nembo Bitung, kemudian pada 23 April dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, hingga akhirnya masuk ICU pada 26 April 2026.
Dan pada tanggal 27 April 2026, almarhum mengembuskan napas terakhir dengan damai.
Perjalanan hidup almarhum menjadi kesaksian nyata tentang kesetiaan, ketaatan, dan kasih kepada Tuhan hingga akhir hayat.
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.” (2 Timotius 4:7)
Jenazah akan dimakamkan di pekuburan keluarga di Desa Tontalete Rokrok.
Segenap keluarga yang ditinggalkan mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan penghiburan dari semua pihak.
Kiranya Tuhan Yesus Kristus, Sang Sumber Penghiburan, menguatkan dan menghibur kita semua.
Nik





