MANADO — kibarindonesia.com — Menyambut ulang tahun ke-80 Gembala Sidang GPdI Samrat 38 Manado sekaligus Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Sulawesi Utara, Pdt. Yvonne I. Awuy-Lantu, menjadi momentum penuh sukacita bagi keluarga besar Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI).
Pdt. Yvonne I. Awuy-Lantu, yang akrab disapa “Awi”, merayakan ulang tahunnya pada bulan September 2026.
Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pelayanan dan pengabdiannya bagi gereja dan jemaat di Sulawesi Utara. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut datang dari Tabernacle Imanuel Voice, vokal grup dari Jemaat GPdI Imanuel Desa Rasi Raya.

Vokal grup yang berada di bawah pembinaan Gembala Jemaat GPdI Imanuel Rasi Raya, PDM DR Ridwan Arke Rokot, M.Pd.K., tampil penuh percaya diri dan harmonis di bawah arahan pelatih Herman Wondal.
Dengan mengusung 15 personel, terdiri atas 7 perempuan dan 8 laki-laki, Tabernacle Imanuel Voice mampu menyuguhkan penampilan yang solid, kompak, dan sarat penghayatan. Pada penampilan tersebut, mereka membawakan lagu wajib “Di Tengah Ombak dan Arus Pencobaan”, kemudian dilanjutkan dengan lagu kedua “Lentera Jiwa”.
Kekuatan vokal, perpaduan harmoni antarpersonel, serta penghayatan terhadap setiap lagu membuat penampilan Tabernacle Imanuel Voice mendapat perhatian dari jemaat dan para undangan yang hadir.
Penampilan mereka tidak sekadar menjadi hiburan dalam rangkaian perayaan, tetapi juga memperlihatkan potensi dan kualitas pelayanan seni suara yang berkembang di lingkungan GPdI, khususnya dari Jemaat GPdI Imanuel Desa Rasi Raya.
Kekompakan 15 personel menjadi salah satu kekuatan utama kelompok vokal tersebut. Perpaduan suara perempuan dan laki-laki yang terjaga dengan baik, ditambah penguasaan lagu dan penampilan panggung yang percaya diri, membuat Tabernacle Imanuel Voice tampil menonjol.
Bagi Tabernacle Imanuel Voice, kesempatan tampil dalam momentum perayaan HUT ke-80 Pdt. Yvonne I. Awuy-Lantu juga menjadi bagian dari persembahan pelayanan. Musik dan vokal diposisikan bukan semata sebagai pertunjukan, melainkan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan iman dan pengharapan kepada jemaat.
Lagu “Di Tengah Ombak dan Arus Pencobaan” membawa pesan tentang keteguhan menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sementara “Lentera Jiwa” menghadirkan pesan reflektif tentang terang, pengharapan, dan perjalanan kehidupan.
Penampilan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa generasi pelayan musik dan vokal di lingkungan GPdI terus bertumbuh. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kelompok-kelompok vokal seperti Tabernacle Imanuel Voice berpotensi menjadi bagian penting dalam memperkaya pelayanan musik gerejawi sekaligus membawa nama jemaat ke ruang yang lebih luas.
Momentum ulang tahun ke-80 Pdt. Yvonne I. Awuy-Lantu pun menjadi semakin istimewa dengan hadirnya berbagai bentuk apresiasi dan pelayanan dari jemaat, termasuk persembahan musik yang dibawakan dengan penuh dedikasi oleh Tabernacle Imanuel Voice.
Penampilan mereka menjadi salah satu catatan menarik dalam perayaan tersebut: sebuah persembahan sederhana dari jemaat yang mampu menghadirkan suasana khidmat, sukacita, sekaligus kebanggaan bagi keluarga besar GPdI di Sulawesi Utara.
(SS)





