Minahasa – kibarindonesia.com – Beredarnya Postingan disalah satu grup FB Lambe Kawanua yang telah diposting membuat keresahan masyarakat memuncak di tengah proses pemilihan kepala daerah yang semakin memanas. 11/11/2024
Demokrasi dan tatanan kehidupan yang seharusnya menjadi pilar utama justru tampak diabaikan demi ambisi kekuasaan beberapa pejabat. Salah satunya adalah Hukum Tua Lemoh Barat ibu Helly Wowor bersama perangkat Desa yang dengan berani menyatakan sikap mendukung salah satu Paslon Gubernur Sulut nomor urut 1 YSK
Dalam video tersebut, Helly Wowor bersama perangkat Desa Lemoh Barat rela membuang integritas dan harga diri demi terlibat dalam politik praktis, sebuah ironi yang mencederai nilai-nilai demokrasi
Sebuah potret menyedihkan yang menimbulkan pertanyaan besar tentang netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) yang seharusnya menjaga jarak dari kepentingan politik.
Sejumlah komentar pun ramai datang dari berbagai kalangan menuliskan “Simpan sebagai bukti pelanggaran. So banyak dorang pe pelanggaran. Siap lapor banwaslu.. Kawal pilkada bersih dari para penjilat. Pelanggar aturan hukum ASN yang harus netral dan siap melayani kepentingan masyarakat, bukan paslon, menimbulkan kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat.
Netralitas ASN seharusnya menjadi tameng utama dalam menjaga proses demokrasi yang bersih dan transparan. Tetapi, perilaku seperti ini justru mencerminkan adanya penyimpangan, di mana kepentingan pribadi dan ambisi kekuasaan lebih diutamakan daripada tanggung jawab kepada rakyat.
Warga Minahasa terlebih masyarakat Desa Lemoh pun bertanya-tanya: Di mana integritas para ASN ini? Bukankah mereka digaji oleh rakyat untuk bekerja demi kepentingan bersama, bukan untuk mendukung calon tertentu dalam pemilihan? Bagaimana bisa pemerintahan yang bersih diharapkan jika orang-orang di dalamnya terlibat dalam politik praktis?
Publik meminta adanya tindakan tegas dari instansi terkait untuk mengusut dugaan pelanggaran ini. Jika dibiarkan, hal ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi di Minahasa di mana ambisi kekuasaan seakan lebih penting daripada kepentingan rakyat.
Sebuah teguran keras sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pejabat publik dan ASN tetap pada jalur yang benar, menjalankan tugas mereka dengan integritas, dan menghormati prinsip netralitas yang seharusnya menjadi landasan utama.
Demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang memastikan bahwa seluruh prosesnya berjalan dengan jujur, adil, dan tanpa intervensi dari pihak yang seharusnya netral.
Sementara itu Hukum Tua Lemoh Barat Kecamatan Tombariri Kabupaten Minahasa, Helly Wowor ketika di mintai keterangan melalui via whastapp dengan nomor 08219012**** mengatakan,” Malam Pak..ijin menyampaikan bahwa untuk vidio yang beredar,bukan dari saya yang mengedarkan,” ujar Helly
( Redaksi )





